Breaking News:

VIrus Corona di Bangka Belitung

Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka Bertambah, Lima Warga Terinfeksi Corona

Jumlah orang yang tertular Covid-19 di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus bertambah

Penulis: Nurhayati (CC) | Editor: Fery Laskari
istimewa
Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra (fto/ist pribadi) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Jumlah orang yang tertular Covid-19 di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus bertambah.

Pada Jumat (6/11/2020) ini sebanyak 5 orang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bangka.

Menurut Juru Bicara Penanganan Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra dengan adanya penambahan 5 kasus hari ini maka jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bangka sudah berjumlah 195 orang.

Lima warga yang tertular Covid-19 yakni inisial R (50) warga Riau Silip, R (33) warga Sungailiat, FT (26) warga Sungailiat, AZF (10 bulan) warga Sungailiat dan DY (28) warga Sungailiat.

"Dengan adanya penambahan pasien ini yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 141 orang dan yang 54 orang masih melakukan isolasi di RSUD Depati Bahrin dan karantina di Wisma Karantina Provinsi Bangka Belitung," jelas Boy Yandra kepada Bangkapos.com.

Dari 54 pasien tersebut berasal dari Kecamatan Sungailiat berjumlah 27 orang, Kecamatan Riau Silip 24, Kecamatan Merawang 1 orang, Kecamatan Mendo Barat 1 orang, Kecamatan Bakam 1 orang.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma yang negatif terhadap orang yang positif Covid-19. Mereka seharusnya diberikan motivasi yang baik serta tidak dikucilkan.

Selain itu kepada masyarakat yang melakukan perjalanan luar, agar setelah masuk ke Bangka untuk melakukan isolasi mandiri dan pada hari yang kesepuluh untuk melaksanakan pemeriksaan rapid test.

"Hari ini dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melakukan pemeriksaan swab di Kecamatan Riau Silip dan Sungailiat, kemudian dari BPBD Bangka menggelar penyemprotan cairan disinfektan di sekitar rumah pasien dengan radius 100 meter," ungkap Boy Yandra.

Mengenai ada tempat wisata yang ditutup sementara, Boy Yandra mengatakan itu kebijakan pihak pemerintah desa, karena bertujuan untuk meminimalisir adanya penyebaran virus corona atau Covid-19 lebih lanjut.

"Pemkab Bangka sampai saat ini tidak pernah memberikan instruksi atau menutup suatu wilayah karena di daerah ada yang terkena Covid-19," tegas Boy Yandra. (Bangkapos.com/Nurhayati)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved