Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Psikolog Sebut Rasa Penasaran dan Bujukan Teman Menjadi Pemicu Anak di Bawah Umur Merokok

Siska Dwi Paramita mengungkapkan lingkungan dan teman bermain menjadi suatu gambaran perilaku anak-anak yang cukup sulit dikontrol oleh orangtua.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Ardhina Trisila Sakti
DOK BANGKA POS
Siska Dwi Paramita, Psikolog. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Psikolog sekaligus Dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramita mengungkapkan lingkungan dan teman bermain menjadi suatu gambaran perilaku anak-anak yang cukup sulit dikontrol oleh orangtua.

Dia mengatakan anak merupakan peniru ulung dari orangtua dan lingkungan, dengan tumbuh kembang dan bertambahnya usia anak banyak sekali keingintahuan dan eksplorasi yang muncul pada diri anak.

"Jika hal ini tidak diarahkan dengan baik maka anak akan terjebak dalam perilaku dan contoh yang salah,"ucapnya.

Dikatakan Sisika, di era saat ini anak-anak di bawah umur yang merokok memang semakin sulit untuk teratasi.

Banyak anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau bahkan Sekolah Dasar (SD) pun sudah mulai mencoba merokok dengan bebas saat berada di luar rumah.

Kebiasan tersebut akan dianggap biasa saja, apabila lingkungan yang mereka melihat seperti orangtua terutama ayah dirumah sebagai perokok, paman, saudara, dan tetangga.

"Dengan kebiasan yang dilihat bisa memunculkan rasa penasaran pada anak, karena bentuk penasaran yang tinggi akhirnya mereka ikut mencoba,"ungkap Siska kepada Bangkapos.com, Jumat (6/11/2020).

Namun selain lingkungan keluarga, bujukan teman juga menjadi faktor pemicu anak untuk merokok.

"Apabila di rumah dan lingkungan sekitar tidak ada perokok, namun bujukan yang kuat dari teman untuk merokok maka anak juga akan ikut mencoba demi kata "kesetiakawanan atau lebih macho jika merokok"."

Lebih lanjut, dia menyebutkan selain berdampak buruk secara fisik, tindakan merokok yang dilakukan anak-anak juga berdampak buruk secara psikis.

"Secara fisik sudah sangat jelas merusak kesehatan paru-paru dan organ tubuh lainnya dan secara psikologis akan memunculkan rusaknya rasa percaya diri, memunculkan perilaku berbohong, apatis atau tidak peduli pada lingkungan dan masi banyak lainnya,"jelas Siska.

Untuk mencegah anak-anak di bawah umur merokok dia menyarankan orangtua untuk tetap mengawasi anak-anak saat bermain bersama teman-temannya, dan selalu mengingatkan anak tentang kesehatan fisik dan psikisnya.

"Orangtua juga perlu memberikan contoh yang baik, seperti tidak merokok dilingkungan rumah atau jika memang sulit untuk berhenti merokok, merokoklah ditempat yang tidak dilihat langsung oleh anak-anak,"kata Siska.

"Memarahi anak bukan menjadikan solusi yang tepat, akan tetapi sebaliknya berikan contoh nyata pada anak tentang hal-hal yang baik,"tuturnya

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved