Breaking News:

WIKI BANGKA

Menjajal Bukit Pinteir yang Viral di Medsos, Nikmati Indahnya Pemandangan dari Atas Ketinggian

Akhir pekan telah tiba, liburan ke pantai mungkin sudah menjadi hal biasa.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Bukit Pinteir yang berlokasi di Kelurahan Kampung Dul, Kabupaten Bangka Tengah 

Bagi yang ingin mengadakan kegiatan seperti berkemah pun diberikan izin di sini, dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti melaporkan identitas diri, tujuan berkemah, jumlah anggota dan lama waktu berkemah.

Pemandangan di atas bukit Pinteir dan saat mendaki
Pemandangan di atas bukit Pinteir dan saat mendaki (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Ketua Pengelola Wisata Bukit Pinteir, Syahrial mengatakan puncak tertinggi berada pada posko empat dengan ketinggian 300 mdpl.

"Jarang orang sampai ke sana, biasa yang sampai adalah orang yang suka mendaki. Kalau pengunjung biasa, mereka hanya pada posko satu atau dua saja. Kadang kembali lagi nanti, naik ke posko lebih tinggi, mungkin karena penasaran," ungkap Syahrial, Sabtu (7/11/2020).

Dengan semangat, pria asli Kelurahan Kampung Dul ini menceritakan asal mula diberi nama Bukit Pinteir.

"Asal mulanya nama Bukit Pinteir, sebenarnya bukit ini ada tujuh, kalau bahasa Indonesia dilihat dari atas itu melintir, bahasa kampungnya pinteir dari orangtua kita dulu," kata Syahrial.

Bila bicara keistimewaan, bukit ini letaknnya tidak jauh dari pusat kota dan akses jalan lebih mudah sehingga menjadi daya tarik bagi para pengunjung datang berkali-kali.

Sebulan saja bisa 4.000 pengunjung yang datang untuk menyaksikan langsung keindahan pemandangan dari atas bukit ini.

"Jadi ini juga kita kembangkan terus bersama teman-teman dari daerah ini juga, bisa kepikiran jadi wisata ini ketika kita ngedaki awalnya terus merasa ini menarik dan berpotensi jadi destinasi wisata yang bisa dituju," jelas Syahrial.

Apalagi, mulai banyak dikenal saat ada beberapa pemuda daerah kelurahan Kampung Dul yang memposting pemandangan Bukit Pintier dan komunitas pecinta alam pada sosial media.

"Awalnya kita mulai mengembangkan, lewat sosmed diposting anak-anak daerah sini jadi booming dan banyak pengunjung yang hadir, padahal kemarin belum siap tapi seadaanya. Kedepannya tentu akan kami kembangkan lagi, sudah ada rencana seperti pelestarian anggrek di atas, ada cottage dan kafe di atas nanti, ya semoga saja tercapai," harap Syahrial.

( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved