Breaking News:

Otomotif

Berlomba Kembangkan Kendaraan Ramah Lingkungan, Thailand Ingin Jadi Pusat Mobil Listrik di ASEAN

Dukungan itu berbentuk pembebasan pajak pajak tiga tahun untuk produsen kendaraan plug-in hybrid.

AFP
Pemandangan kota Bangkok. 

BANGKAPOS.COM - Tak hanya Indonesia, sejumlah negara di ASEAN ternyata tengah berlomba-lomba mengembangkan kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai.

Paling terkini Thailand yang baru saja memberikan insentif baru kepada kendaraan listrik.

Menurut laporan Bangkok Post, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha bersama Dewan Investasi Negara telah menyetujui paket dukungan terhadap mobil listrik, bus listrik, truk listrik, motor listrik, sampai kapal.

Dukungan itu berbentuk pembebasan pajak pajak tiga tahun untuk produsen kendaraan plug-in hybrid.

Termasuk produsen baterai untuk kendaraan listrik pun akan dibebaskan pajak penghasilan selama delapan tahun.

"Ini akan mempercepat pengembangan produksi kendaraan listrik dan rantai pasokan terkait di Thailand, dan memungkinkan seluruh sektor bergerak ke tingkat yang lebih tinggi," ucap Sekretaris Jenderal Dewan Investasi Duangjai Asawachintachit, Senin (9/11/2020).

Saat ini Thailand mengklaim telah menjadi pusat produksi mobil di Asia Tenggara.

Apalagi banyak juga mobil yang diproduksi di sana dan diekspor ke sejumlah negara di dunia.

Dengan sejumlah insentif kepada kendaraan listrik, Negeri Gajah Putih tengah berupaya memposisikan dirinya sebagai pusat kendaraan bertenaga baterai di ASEAN.

Sebab saat ini sejumlah negara sedang bersaing untuk menarik investasi dari produsen otomotif global. (kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Thailand Susun Rencana Jadi Pusat Mobil Listrik di ASEAN"

Editor: Ajie Gusti Prabowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved