Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Debat Publik Pertama, Pengamat Politik: Momen Penajaman Visi-Misi dan Menyakinkan Pemilih Mengambang

Debat publik, satu diantara jenis kampanye dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. 

Istimewa/Bambang Ari Satria
Pengamat Politik, Bambang Ari Satria. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Debat publik, satu diantara jenis kampanye dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. 

Melalui debat publik, pasangan calon kepala daerah dapat menyampaikan visi, misi, dan rencana program kerja selama lima tahun ke depan. 

Bambang Ari Satria, Pengamat Politik dan juga Akademisi STISIPOL Pahlawan 12 menyebutkan, debat publik merupakan bentuk pengujian dan penajaman visi, misi, dan program kerja pasangan calon kepala daerah. 

"Debat publik bagian dari upaya untuk menyakinkan calon pemilih mendapatkan informasi dan gambaran yang jelas setiap pasangan calon yang akan dipilihnya. Sebagai bagian dari kampanye, debat publik merupakan wacana politik bagi masing-masing kandidat," jelas Bambang, Senin (9/11/2020).

Bambang menambahkan, wacana debat publik merupakan wacana persaingan antar calon sebagai sarana untuk mendapatkan dukungan masyarakat pemilih

Fakta seperti ini menyiratkan terjadinya persaingan simbolik di antara para kandidat. Untuk itu jargon atau slogan politik sering dipergunakan oleh para calon dalam menyakinkan masyarakat pemilih.

"Untuk debat publik ini sendiri, sebenarnya yang diyakinkan sebagian besar dari segmentasi pemilih yang masih mengambang atau belum menentukan pilihan. Artinya, debat publik ini mempengaruhi bagi klaster pemilih yang masih mengambang," ungkap Bambang.

Diakuinya tema debat kali ini adalah meningkatkan pelayanan untuk memajukan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bangka Selatan. 

Tema ini tentunya bisa dikaitkan dengan upaya dan komitmen calon kepala daerah dalam penanganan pandemi Covid-19. 

"Sejauhmana gagasan yang mereka konsepkan mampu untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di saat pandemi Covid-19 masih terjadi. Kalau kita lihat, apakah debat kali ini menarik? Tentu jauh dari kata menarik, mengingat audiens yang dibatasi karena pandemi sehingga efektivitas sasaran tidak tersentuh secara maksimal," ungkapnya.

Antusias masyarakat untuk dapat terlibat atau menyaksikan tahapan debat ini menjadi penting. 

Namun, ini dapat disiasati melalui live streaming beberapa media lokal dan ini sangat membantu.

"Melalui debat ini, para pasangan calon bisa menunjukkan program visi dan misi mereka masing-masing secara lebih jelas. Dengan demikian, para pemilih dapat memahami dan membandingkan program-program yang ada sebelum menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang," tutur Bambang.

Mengingat waktu pemilihan tinggal sebulan, debat publik ini hanya dapat menyentuh pemilih yang mengambang saja. Sementara, pemilih yang masuk dalam klaster pemilih sosiologis dan pemilih psikologis sulit untuk digoyang.

( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved