Breaking News:

Berita Kriminalitas

Gelapkan Mobil PT BFI, Sugma Divonis Delapan Bulan

Sugma Budiman Suprapto bin Suprapto (alm) divonis pidana, delapan bulan penjara dan denda Rp3 Juta oleh Majelis Hakim PN Pangkalpinang

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com/yuranda
Terdakwa Sugma Budiman Suprapto bin Suprapto (alm) divonis pidana, delapan bulan penjara dan denda Rp3 Juta oleh Majelis Pengadilan Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Sugma Budiman Suprapto bin Suprapto (alm) divonis pidana, delapan bulan penjara dan denda Rp3 Juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang. Terdakwa dinyatakan terbukti, menggadaikan benda yang menjadi obyek jaminan fidusia kepada pihak lain, tanpa sepengetahuan PT BFI Indonesia Cabang Pangkalpinang.

"Terdakwa Sugma Budiman Suprapto bin Suprapto (alm) telah diputus pada hari Senin kemarin, dijatuhi pidana penjara selama delapan bulan dan pidana denda sejumlah Rp3 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan," kata Humas PN Pangkalpinang, Hotma EP Sipahutar, Senin (9/11/2020) kepada Bangkapos.com di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang.

Terdakwa terbukti telah menggelapan Mobil Ayla, yang dipindah tangan tanpa sepengetahuan pihak BFI. Sehingga pihak BFI melaporkan kasus ini ke Polda Bangka Belitung, Mei 2020 lalu.

Kronologis kejadian awalnya, terdakwa mendatangi Showroom Mobil Ryandi Jaya Motor di Jalan Yos Sudarso Gabek Pangkalpinang untuk membeli satu unit mobil.

Selanjutnya terdakwa memilih mobil yang akan dibeli kemudian terdakwa tertarik untuk membeli satu unit Daihatsu Ayla, melalui cara pembayaran secara kredit yang dibiayai oleh pihak leasing.

Kemudian pihak showroom yakni saksi Agus Riyandi alias Agus menghubungi pihak PT BFI Indonesia Cabang Pangkalpinang untuk memproses pembiayaan secara kredit atas pembelian Mobil Daihatsu Ayla X 1.0 MT tahun 2017 warna putih.

Saksi Elfin Adi Saputa alias Elfin selaku marketing dari PT. BFI Indonesia Cabang Pangkalpinang bertemu dengan terdakwa.

Lalu Saksi Elfin menjelaskan kepada terdakwa selaku calon konsumen mengenai jumlah angsuran, tanggal jatuh tempo, denda keterlambatan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan seperti over alih tanpa sepengetahuan  PT BFI Finance  Indonesia Cabang Pangkalpinang.

Setelah terdakwa mengerti dan menyetujui ketentuan-ketentuan dari PT BFI Finance Indonesia Cabang Pangkalpinang, kemudian terdakwa melengkapi syarat-syarat administrasi berupa fotocopy KTP, fotocopy kartu keluarga, rekening listrik, bukti penghasilan serta klarifikasi data calon konsumen.

Atas perbuatan Terdakwa Sugma Budiman Suprapto, PT BFI Finance Indonesia Cabang Pangkalpinang mengalami kerugian sebesar Rp116.280.000,-.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 36 Jo Pasal 23  Ayat (2) Undang-undang RI Nomor 42 Tahun 1999 tentang jaminan fidusia atau perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP. (Bangkapos.com/ Yuranda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved