Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Paham Radikal Tidak Hanya di Bangka Belitung, Begini Penjelasan BNPT

Mengenakan kemeja putih dan jaket hitam serta masker bawarna merah Chairil Anwar selaku Kasubbid Pengawasan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme

Penulis: Widodo | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com/widodo
Kasubdit Pengawasan BNPT, Chairil Anwar saat ditemui oleh Bangkapos.com di Fox Haris Hotel Pangkalpinang, Senin (9/11/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Mengenakan kemeja putih dan jaket hitam serta masker bawarna merah Chairil Anwar selaku Kasubbid Pengawasan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjelaskan mengenai radikalisme dan terorisme.

Menurut Chairil, bukan hanya di Bangka Belitung  (Babel) saja, tetapi semua daerah di Indonesia sama, masuk paham radikalisme dan terorisme.

"Artinya paham-paham tersebut akan muncul dan sudah muncul, cuma kita mungkin memerlukan masyarakat di samping aparat penegak hukum dan juga lembaga yang ikut berperan," kata Chairil Anwar saat ditemui oleh Bangkapos.com di Fox Haris Hotel Pangkalpinang, Senin (9/11/2020).

Diakuinya, apabila masyarakat kurang jeli melihat sebuah pemahaman yang berbeda  akan membawa dampak besar terhadap paham tersebut.

"Contohnya yang harus diwaspadai pertama intoleransi, itu adalah awal masalah kejadian apapun akan diawali masalah intolerans.

Kalau ada intoleran ini bukan tidak mungkin orang-orang yang berpaham radikalisme membentuk jaringan-jaringan dan juga akan melakukan aksi-aksi terorisme. Jadi yang saya titik-beratkan awalnya intoleransi," katanya.

Chairil juga menyebutkan upaya pencegahan agar paham radikalisme tidak berkembang di masyarakat.

"Masyarakat harus membuat adanya slogan selama 24 jam tamu wajib lapor, adanya Siskamling dihidupkan kembali, itu sangat membantu dalam pencegahan," katanya.

Selain itu, Chairil sangat menganjurkan pemanfaatan teknologi informasi, misalnya Group WhatsApp khususnya internal ketika ada kecurigaan terhadap orang luar daerah dan melakukan antisipasi.

Terkait di Bangka Belitung apakah sudah masuk paham-paham radikalisme, dikatakan Chairil Anwar semuanya melalui proses penyelidikan dan tidak mudah menyimpulkan orang tersebut paham radikal.

Yang jelas katanya, Masyarakat Bangka Belitung yang beragam etnis, setiap agama punya paham radikalisme.

"Jadi saya menyampaikan kegiatan kejahatan-kejahatan ini bukan hanya satu kelompok masyarakat beragama tetapi semua agama sama. Namun, hanya orang-orang tersebut saja yang melakukan hal itu.

Jadi di samping Masyarakat Bangka Belitung yang beragam agama, masyarakatnya menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua untuk saling mendukung dan yang menjadi pedoman adalah Pancasila, UUD dan NKRI.

Insa Allah terlaksana dengan baik," lanjutnya.

Pada akhirnya, Chairil mengimbau, terutama masyarakat untuk selalu membantu program pencegahan melalui hal yang disampaikan sebelumnya, yakni harus melakukan ronda gunakan IT (informasi teknologi) dan sebagainya.(Bangkapos.com / Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved