Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Terima Penghargaan Dari PLN UIW Bangka Belitung, Hidayat Arsani Ajukan Program untuk Masyarakat.

PT PLN UIW Bangka Belitung bersama dengan Aliansi Petani Tambak Indonesia Nusantara (APTIN), menggelar penandatanganan kesepakatan

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala PT PLN UIW Bangka Belitung, Abdul Muchlis (kanan), memberikan penghargaan kepada Ketua Umum APTIN, Hidayat Arsani (kiri), Senin (09/11/2020). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- PT PLN UIW Bangka Belitung bersama dengan Aliansi Petani Tambak Indonesia Nusantara (APTIN), menggelar penandatanganan kesepakatan bersama dan penyerahan sertifikat stakeholder yang digelar di aula PT PLN UIW Bangka Belitung, Senin (9/11/2020).

Kegiatan ini dihadiri Kepala PT PLN UIW Bangka Belitung, Abdul Muchlis yang melakukan penandatanganan sekaligus memberikan sertifikat penghargaan kepada Ketua Umum APTIN, Hidayat Arsani.

Menerima sertifikat penghargaan dalam rangka hari listrik nasional ke-75 tahun 2020 yang ditandatangani oleh direktur utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, Ketua Umum APTIN ini mengusulkan program guna membantu PT PLN (Persero) dan masyarakat.

"Kami akan mengujicoba salah satu desa yang kantor PLN-nya banyak kayu atau pohon dan kami akan memberikan rangsangan untuk menyadarkan masyarakat membantu menebang kayu sendiri. Jadi kami siap membantu karena PT PLN sangat mementingkan masyarakat, untuk masyarakat jangan sering-sering menyalahkan PT PLN," kata Hidayat Arsani.

Menanggapi hal tersebut Kepala PT PLN UIW Bangka Belitung Abdul Muchlis pun merespon baik, adanya masukkan dari Hidayat Arsani tersebut.

"Tentunya kita akan support bagaimana masyarakat menebang sendiri pohonnya, serta kita tentunya bisa menggerakkan kegiatan positif itu. Dengan adanya hal itu ada dua hal yang baik yaitu jaringan kita bersih, lalu ada penghargaan dari masyarakat kepada PT PLN," ungkap Muchlis.

Sementara itu mengenai tambak, Abdul Muchlis mengucapkan terimakasih khususnya kepada tambak udang yang telah memberikan kontribusi terhadap negara.

"Tambak ini lebih merupakan solusi, temen tambak perlu kesediaan listrik untuk beroperasi dan PLN memiliki tempat untuk menyalurkan energi. Tambak udang juga menjadi solusi saat ini karena konsumsi masih terus meningkat salah satunya udang, apalagi udang ini juga diekspor," ungkapnya.

( Bangkapos.com / Rizky Irianda Pahlevy )

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved