Breaking News:

Tradisi Suku Zulu, Perawan Daerah Ini Mesti Biarkan Bagian Sensitifnya Terbuka & Jalani Tes Perawan

Tradisi Suku Zulu, Perawan Daerah Ini Mesti Biarkan Bagian Sensitifnya Terbuka & Jalani Tes Perawan

EVA.VN
Para perempuan yang masih perawan berjejer di barisan depan sambil membiarkan bagian sensitifnya terbuka dan wajib jalani tes keperawanan. Dalam tradisi suku ini, menjaga keperawanan sebelum menikah adalah hal sakral. Mereka bisa diusir bahkan dibunuh bila tidak lolos tes keperawanan ala suku ini. 

Tradisi Suku Zulu, Perawan Daerah Ini Mesti Biarkan Bagian Sensitifnya Terbuka & Jalani Tes Perawan

BANGKAPOS.COM -- Kebiasaan yang kini masih dianggap aneh bagi sebagian orang masih dapat dijumpai di berbagai wilayah di dunia.

Seperti, kebiasaan bagi wanita yang belum menikah di wilayah ini mesti membiarkan bagian sensitif dadanya terbuka dan wajib menjalani tes keperawanan.

Adapun yang lebih anehnya, mungkin juga sedikit ekstrem, mereka memakai buluh dan air seni untuk melakukan tes keperawanan.

Kebiasaaan atau tradisi ini masih berlaku di Suku Zulu, suku terbesar di Afrika Selatan.

Wanita di tempat ini harus mematuhi aturan "aneh" ini jika mereka belum menikah.

Baca juga: Resep Rahasia Sukses Kakek Sugiono Shigeo Tokuda Puaskan Lawan Mainnya Selama Jadi Aktor Film ini

Baca juga: YF, Si Mama Muda 17 Tahun yang Diapit Dua Pria, Korban Terakhir Berakhir Mengenaskan

Baca juga: Mahfud MD Jawab Ancaman Habib Rizieq Shihab: Seumpama Saya Mau Dilaporkan, Laporkan!

Suku Zulu adalah kelompok etnis terbesar dan paling terkenal dan merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan Afrika Selatan.

Wanita perawan suku Zulu di Afrika Selatan dalam sebuah upacara menjalani tes keperawanan mereka. Dalam tradisi suku ini, menjaga keperawanan sebelum menikah adalah hal sakral.
Wanita perawan suku Zulu di Afrika Selatan dalam sebuah upacara menjalani tes keperawanan mereka. Dalam tradisi suku ini, menjaga keperawanan sebelum menikah adalah hal sakral.

Suku Zulu saat ini memiliki sekitar 11-12 juta orang, sebagian besar tinggal di provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan bagian tenggara.

Di masa-masa paling gemilang mereka, mereka bahkan mendirikan Kerajaan Zulu, dikutip eva.vn, Minggu (8/11/2020).

Sebagian besar masyarakat suku ini beragama Kristen dan memiliki kepercayaan yang kuat kepada Tuhan.

Halaman
1234
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved