Breaking News:

Berita Sungailiat

Warga Desa Air Anyir Protes Tambak Udang, DPRD Bangka Panggil OPD dan PT BCM

DPRD Kabupaten Bangka menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Babel Citra Mandiri (BCM) dan jajaran OPD mengenai aduan masyarakat Desa Air Anyir

Penulis: edwardi | Editor: Ardhina Trisila Sakti
bangkapos.com/Edwardi
M Taufik Koryanto, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bangka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- DPRD Kabupaten Bangka menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Babel Citra Mandiri (BCM) dan jajaran OPD terkait Pemkab Bangka mengenai aduan masyarakat Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka yang mempertanyakan pembangunan usaha tambak udang PT BCM di Dusun Mudel Desa Air Anyir yang diduga menyalahi Perda Tata Ruang Tata Wilayah untuk Kecamatan Merawang di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bangka, Senin (09/11/2020).

Rapat dipimpin Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan mengatakan sebelumnya PT BCM memiliki lahan seluas sekitar 36 hektare di Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang untuk lokasi pembangunan perumahan, namun saat ini berubah fungsi untuk lokasi pembangunan tambak udang dan SPBU.

"Karena itulah masyarakat mempertanyakan persoalan tersebut padahal Perda Tata Ruang Tata Wilayah untuk daerah tersebut belum ada mengalami perubahan," kata Mendra Kurniawan.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Bangka, M Taufik Koryanto mengatakan mengenai tata ruang tata wilayah Kabupaten Bangka tahun 2010-2030 diatur dalam Perda No. 1 Tahun 2013 dari perda induk ini akan dibuat perda baru khusus per kecamatan.

" Maka khusus Kecamatan Merawang  belum ada perdanya, menang waktu itu mau dibuatkan pansus namun belum terbentuk jadi untuk daerah Desa Air Anyir itu tidak ada peruntukkan untuk tambak udang yang ada itu untuk pengembangan perumahan perkotaan, pariwisata, sepadan pantai, pemukiman pedesaan," jelas Taufik, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bangka.

Diungkapkannya berdasarkan keterangan rapat tadi diketahui untuk perizinan tambak udang PT BCM tersebut sudah dikeluarkan masing-masing OPD terkait melalui Kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu.

"Pihak perusahaan tadi juga mengklaim mereka sudah memiliki izin amdal UKL/UPL dan  IUP namun inikan hanya baru  sebatas omongan dan untuk perubahan tata ruang tata wilayah cukup menggunakan rekomendasi bersyarat dari kades dan camat setempat, tapi tadi sudah diclearkan mantan Camat Merawang tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi apapun soal tambak udang itu," imbuh Taufik.

Dilanjutkannya karena itu Fraksi Gerindra mengusulkan agar dibentuk pansus untuk menyelesaikan dan menjawab persoalan ini secara terinci soal pelanggaran regulasi yang diduga dilakukan PT BCM ini.

"Kita harapkan kawan-kawan fraksi lainnya juga bersedia membentuk usulan pansus menyelesaikan masalah ini, dengan adanya pansus maka bisa diberikan waktu selama 6 bukan untuk bekerja menyelesaikan masalah ini," tukas Taufik.

Sementara Direktur PT BCM Djung Fuk Yung mengatakan soal segala macam perizinan usaha tambak udang PT BCM semuanya sudah diurus Tim Hukum (legal) PT BCM, namun saat rapat ini Tim Legal sedang berada di Jakarta karena ada rapat dengan pimpinan disana.

"Kami mohon maaf seharusnya saat rapat ini kami harusnya didampingi Tim Legal kami supaya bisa menjelaskan soal pengurusan perizinannya," imbuhnya.

Sementara  Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PMPPTSPKUKM) Kabupaten Bangka, Asmawi Alie mengatakan PT BCM mengajukan proses perizinan melalui sistem OSS sehingga untuk izin lokasi usaha sudah mereka memiliki dan hingga terakhir mereka sudah mendapatkan Izin Usaha Perikanan (IUP) yang dikeluarkan OPD terkait.

"Dalam proses perizinan ini  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PMPPTSPKUKM) Kabupaten Bangka tidak bekerja sendiri tetapi telah melalui koordinasi bersama OPD terkait lainnya," jelas Asmawi Alie.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved