Breaking News:

Bukit Peramun Belitung Jadi Pilihan Kemenparekraf RI Untuk Dukung Objek Wisata Disaat Pandemi

antuan itu sebagai pancingan sehingga selanjutnya bisa diteruskan oleh pengelola. Ketika kondisi Covid-19 sudah aman, wisatawan domestik bisa datang

Posbelitung.co / Adelina Nurmalitasari
Penyerahan simbolis peralatan dari bantuan Gerakan BISA oleh Koordinator Antar Lembaga Dalam Negeri Kemenparekraf RI Nurwan Hadiyanto kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Jasagung Hariyadi, di Bukit Peramun, Kecamatan Sijuk, Belitung, Minggu (8/11/2020). 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) melirik destinasi wisata Bukit Peramun, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Belitung, sebagai tempat pelaksnaaan Program BISA.

Pelaksanaan Program BISA (bersih, indah, sehat, dan aman) yang ditangani langsung oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI ini, berlangsung pada hari Minggu (8/9/2020).

Koordinator Antar Lembaga Dalam Negeri Kemenparekraf RI Nurwan Hadiyanto, program tersebut dilakukan dalam mendukung dan memberdayakan objek wisata dimasa pandemi.

"Ini menjadi suatu gebrakan kami buat membantu destinasi terdampak yang selama ini belum beroperasi. Program ini sebagai stimulus dan bantuan apa yang dibutuhkan, setiap lokasi itu berbeda dan kami sesuaikan kebutuhannya," kata dia.

Seperti di Bukit Peramun, bantuan yang diberikan berupa alat cuci tangan, alat kebersihan, cat buat spot foto, dan kayu kaso yang bakal digunakan sebagai titian dijalur tracking ke puncak bukit.

Di samping juga, pihaknya menggandeng kelompok sadar wisata dan pelaku wisata membersihkan kawasan destinasi yang sempat memenangkan Indonesia Sustainable Tourism Award  (ISTA) 2019 lalu.

Nurwan berharap, adanya bantuan itu sebagai pancingan sehingga selanjutnya bisa diteruskan oleh pengelola. Agar ketika kondisi Covid-19 sudah aman, wisatawan domestik bisa datang.

Sementara itu, menurut Pengelola Bukit Peramun Ketua HKm Arsel Community Adong hingga saat ini pihaknya belum kembali membuka objek wisata itu.

Sehingga adanya Gerakan BISA disambut baik sebagai penyemangat. Meskipun masih ditutup sementara bagi pengunjung, sejauh ini pengelola masih rutin berpatroli dan merawat fasilitas yang ada.

"Rencana buka awal Januari. Ke depan yang paling dibutuhkan termasuk promosi agar Bukit Peramun semakin dikenal luas," ujarnya.(*).

Editor: rusmiadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved