Breaking News:

Kisah Sukses

Pemetik Sawit di Bangka Belitung Bersukaria, Upah Sehari Setengah Juta Rupiah

Keringat mengucur deras, hingga baju pun kering di badan. Tak peduli kulit legam, yang penting asap dapur terus mengebul. Begitulah potret kawanan..

bangkapos.com/ferylaskari
Pian alias Iyan (30), Pemetik TBS Sawit di Pulau Bangka 

Sebelum bergegas melanjutkan pekerjaaanya, Pian sempat berkata "uang saya kasih istri, buat makan, buat beli rokok dan keperluan lain.  Sisanya buat tabung, dua puluh ribu sehari," katanya.

Namun tentu saja, masa bahagia tak selalu mereka miliki, seperti musim panen saat ini. Pada saat masa panen raya di kebun petani berakhir, maka pendapatan Pian dkk ikut menurun. "Kalau sedang tidak musim panen raya, upah borong kami tak seberapa, kadang hanya seratus ribu rupiah sehari, bahkan kadang tak sampai seratus ribu, karena upah tergantung jumlah tonase panen atau jumlah buah yang dipetik," katanya.

Apalagi, mereka hanyalah pekerja atau buruh harian lepas, tak ada tunjangan kesehatan, tak ada tunjangan pensiuan atau tunjangan lainnya. "Ya, itulah bedanya antara buruh perusahaan perkebunan dengan buruh harian lepas seperti kami. Kalau buruh perusahaan perkebunan, upah mereka kecil, tapi mereka dapat tunjangan, sedangkan kami tidak," kata Pian seraya melangkah melanjutkan pekerjaan.

Sementara itu dikutip pada laman Tribunnews.com disebutkan, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) mengadakan Webinar Kader Norma Ketenagakerjaan (KNK) Sektor Perkebunan Kelapa Sawit pada Senin (9/11/2020).

Direktur Bina Penegakan Hukum Ketenagakerjaan, M Iswandi Hari menjelaskan, KNK merupakan personel perusahaan yang telah mendapat pembekalan mengenai norma ketenagakerjaan agar memiliki pemahaman dan kemampuan membantu pengusaha dalam melaksanakan norma-norma ketenagakerjaan di perusahaan.

"Dalam perkembangannya hingga Juli 2019, KNK terdapat di 22 provinsi dan 648 perusahaan. Adapun jumlahnya terbagi menjadi KNK Muda sebanyak 925, KNK Madya sebanyak 250, dan KNK Utama sebanyak 162," kata Iswandi dalam keterangannya, Selasa (10/11/2020).

Output dari KNK, tersusunnya rekomendasi usulan perbaikan terkait dengan isu-isu ketenagakerjaan dalam sektor perkebunan kelapa sawit.

Terselenggaranya pendidikan dan pelatihan KNK dan ahli K3 pada perkebunan kelapa sawit secara berkala di 26 provinsi penghasil kelapa sawit.

Output lainnya, ialah terlaksananya sosialisasi dan diseminasi regulasi kepada perusahaan dan perkebunan kelapa sawit meliputi penyampaian dan penanganan permasalahan, K3, serta jaminan sosial ketenagakerjaan secara berkala di 26 provinsi penghasil kelapa sawit.

"Terlaksananya pengawasan pelaksanaan regulasi meliputi K3 dan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk usaha perkebunan kelapa sawit pada 26 provinsi penghasil kelapa sawit secara berkala," kata Iswandi.

Halaman
1234
Penulis: Fery Laskari
Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved