Breaking News:

Nelayan Gelar Salat Hajat, 4 KIP di Perairan Laut Matras Terus Beroperasi

4 Kapal Isap Produksi (KIP) mitra PT Timah Tbk tetap terus beroperasi dan menjalankan aktivitas mereka, Rabu (11/11/2020).

Bangkapos.com/Edwardi
Masyarakat nelayan melaksanakan doa bersama dan berkumpul di pinggir Pantai Matras Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para nelayan masih terus menggelar aksi demo dan protes di pinggir Pantai Matras. Sementara itu 4 Kapal Isap Produksi (KIP) mitra PT Timah Tbk tetap terus beroperasi dan menjalankan aktivitas mereka, Rabu (11/11/2020).

Masyarakat nelayan dan keluarganya terus bertahan di pondok-pondok dan bawah pohon di pinggiran Pantai Matras Sungailiat tanpa mampu berbuat banyak, sebab mereka hari ini tidak diperbolehkan turun ke laut untuk melakukan demo guna menghentikan operasi KIP.

Usai Salat Dhuhur masyarakat nelayan langsung berkumpul untuk melakukan doa bersama di pinggir Pantai Matras yang dipimpin mantan Ketua Masjid Matras, Sopian.

Masyarakat juga akan melaksanakan Salat Sunat Hajat  untuk menyampaikan hajat atau permohonan dan pertolongan kepada Allah SWT yang akan dilaksanakan usai Salat Isya malam nanti di pinggir Pantai Matras Sungailiat.

Sopian, tokoh agama masyarakat Matras mengatakan masyarakat nelayan saat ini merasa sebagai warga yang sudah terzholimi karena mereka merasa sudah tidak ada lagi tempat dan pejabat baik pemerintah maupun DPRD yang bisa dijadikan tempat untuk mengadu.

"Hanya kepada Allah SWT lah tempat kami meminta dan mengadu saat ini, hanya kepada Allah SWT yang bisa melindungi perairan laut tempat kami mencari nafkah dan kehidupan sehari-hari, tidak ada lagi pejabat, anggota DPRD dan aparat pemerintah yang bisa membantu kami masyarakat yang terzholimi semoga Allah SWT membalas perbuatan yang sudah mereka lakukan terhadap nasib masyarakat kami ini,' tukas Sopian.

Sopian masih berharap agar Allah SWT membuka mata dan hati para pejabat yang sedang berkuasa saat ini agar bisa mendengarkan aspirasi dari masyarakat nelayan yang hidupnya semakin menderita akibat daerah tangkapannya dirusak oleh aktivitas penambangan KIP ini.

"Kami akan melaksanakan Salat Hajat dengan tujuan mengadu kepada Allah SWT, jadi kita tidak usah lagi mengadu kepada manusia karena kita hanya akan menerima kekecewaan saja," imbuhnya.

Sementara itu  Anggi alias Achoi, nelayan Matras mengatakan sampai saat ini belum ada satupun pejabat atau pemimpin yang datang kesini untuk mendengarkan  aspirasi masyarakat nelayan ini.

"Kita berharap melalui aksi ini ada pemimpin daerah ini yang mau datang ke Pantai Matras untuk membantu masyarakat memperjuangkan aspirasi menolak operasi KIP disini , ke depan kami akan mengancam golput dan tidak peduli lagi dengan pemilu karena tidak ada satupun pemimpin yang mendengarkan aspirasi kami ini," tukas Anggi.

Sementara Yuliadi, nelayan Dusun Air Antu Kecamatan Riau Silip menambahkan jika pemerintah dan para pemimpin tidak mau membantu menyelesaikan masalah ini padahal kami ini adalah rakyat mereka.

"Wahai pak Bupati dan anggota DPRD Kabupaten Bangka, gubernur dan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semuanya tolong dan bantulah kami ini karena kami ini adalah rakyat kalian , kami saat ini ditindas dan kalian malah membela pengusaha KIP yang merusak daerah tangkapan nelayan mencari nafkah tetapi kalian diam tidak ada yang mau menolong kami," imbuh Yuliadi.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved