Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Sambut Massa Aksi Damai, Molen: Saya Bersyukur Didemo

Sejumlah peserta aksi menggelar aksi damai di Kantor Wali kota Pangkalpinang, Kamis (12/11/2020). Aksi terkait robohnya jembatan atau jerambah Gantung

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini
MAKAN BARENG--Wali Kota Pangkalpinang mengajak peserta aksi damai makan nasi uduk bareng di sela aksi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah peserta aksi menggelar aksi damai di Kantor Wali kota Pangkalpinang, Kamis (12/11/2020). Aksi terkait robohnya jembatan atau jerambah Gantung, di Kerabut, Kecamatan Gabek.

Massa yang hadir tak sampai puluhaan itu terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Masyarakat peduli Transfarasi dan Demokrasi (MPTD), Gerakan Muda Bangka Belitung (GMBB), dan Pergerakan Pelajar Indonesia Raya ini menyampaikan enam poin penyataan sikap.

Aksi sejumlah mahasiswa tersebut langsung disambut oleh Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen), bahkan Molen sudah menunggu di depan Kantor Wali Kota sejak pukul 08.50 WIB untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa itu.

Mulanya aksi akan digelar pada pukul 09.00 WIB namun pendemo belum juga datang, hingga pukul 09.50 WIB pendemo baru tiba di Kantor Wali Kota.

Belasan mahasiswa itu membawa spanduk yang bertuliskan 'Jangan salahkan buaya, tapi salahkan buaya darat, Wali Kota harus tanggung jawab'.

"Kami meminta kepada Bapak Wali Kota Pangkalpinang yang terhormat Bapak Maulan Aklil atau Molen untuk terjun secara langsung apa yang terjadi dilapangan saat ini, apakah bapak tau proses perencanaan sampai belanja bahannya, apakah belanja bahan itu sesuai dengan perencanaan angaran biaya, maka dari itu kami ingin mempertantkan hal itu hari ini," ungkap Burkah Ketua PMII Kota Pangkalpinang saat menyampaikan aspirasinya.

Saat para mahasiswa menyampaikan aksinya Wali Kota Pangkalpinang didampingi oleh Kapolres Pangkalpinang duduk ditangga pintu masuk Kantor Wali Kota, mendengarkan semua aspirasi mahasiswa itu.

"Dengan robohnya jembatan gantung itu membuktikan para kontraktor bekerja secara tidak profesional, hancurnya jembatan ini jangan salahkan buaya muara di sungai karena buaya tentang proyek pembangunan ini, tapi salahkan mereka oknum buaya darat yabg memanfaatkan anggaran ini, yang memakan besi  yang memakan paku, akibatnya jembatan ini hancur," tegas pendemo.

Usai beberapa penyampaian aspirasi, dan giliran Wali Kota Pangkalpinang yang menanggapi, Molen terlebih dulu meminta para peserta aksi untuk duduk bersama-sama dirinya di bawah.

Menanggapi aksi damai tersebut, Molen menyebutkan bahwa dirinya juga setuju dengan aksi damai para mahasiswa yang meminta kejelasan terkait robohnya jembatan gantung.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved