Breaking News:

Berita Kriminalitas

10 Unit Tambang Ilegal Beroperasi di Belakang Kantor Depag, Polisi Ultimatum Bongkar Sendiri

Para penambang timah ilegal atau pelaku tambang inkonvensional (TI), Jumat (13/11/2020) diperingati agar segera angkat kaki. Penambang diminta..

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
istimewa
Kapolsek Bukitintan AKP Evry Susanto, imbau penambang agar tidak beroperasi lagi, Jumat (13/11/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Para penambang timah ilegal atau pelaku tambang inkonvensional (TI), Jumat (13/11/2020) diperingati agar segera angkat kaki. Penambang diminta membongkar peralatan tambang yang selama ini beroperasi di kawasan belakang Kantor Depag Provinsi Bangka Belitung.

Peringatan itu dilakukan oleh Kapolsek Bukitintan AKP Evry Susanto, berserta anggota. Pihak kepolisian ini datang ke lokasi, guna mengingatkan para penambang itu, agar membongkar tambangnya.

Penambang diberi waktu ultimatum selama satu hari, kalau tidak diindahkan, pihak kepolisian akan membongkar paksa.

Kapolsek Bukit Intan AKP Evry Susanto, mengakui,  pemilik TI diberikan peringatan agar membongkar peralatan tambang mereka, jika tidak diindahkan pihaknya akan bertindak dengan paksa.

"Kami berikan waktu hingga sore ini, semuanya harus bersih dari aktivitas tambang. Jika tidak ada pembongkaran paksa," kata AKP Evry Susanto, kepada Bangkapos.com, Jumat (14/11/2020)

Sementara itu, lokasi merupakan Wilayah Hukum Polsek Pangkalanbaru, sehingga ia juga berkoordinasi dengan Kapolsek Pangkalanbaru AKP Robby, untuk menindaklanjuti permasalahan tambang tersebut.

(Bangkapos.com / Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved