Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Perayaan Ulang Tahun Dewa Fakong Thai Tie, Ada Ritual Pengobatan Alternatif

Gerakan Peduli Sosial (GPS) yand diwakili oleh Ketua GPS Oktario ikut mengunjungi perayaan ulang tahun Dewa Fakong Thai Tie

Bangkapos.com/Sela Agustika
Ketua GPS (kiri) Oktario ikut mengunjungi perayaan ulang tahun Dewa Fakong Thai Tie yang beralamat di jalan Maria goretti nomor 32 B Sungailiat Bangka, Jumat tanggal 13 November 2020 (malam) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gerakan Peduli Sosial (GPS) yand diwakili oleh Ketua GPS Oktario ikut mengunjungi perayaan ulang tahun Dewa Fakong Thai Tie yang beralamat di jalan Maria goretti nomor 32 B Sungailiat Bangka, Jumat tanggal 13 November 2020 (malam).

Bertepatan dengan hari besar perayaan ulang tahun Dewa Fakong Thai Tie tersebut menjadi ritual tahunan dengan menggelar Pengobatan alternatif.

Suhu Dedi yang juga tergabung sebagai ketua seksi bidang keagamaan GPS turut andil dalam perayaan tersebut untuk memanggil sang dewa fakong Thai tie untuk turun dalam membantu umat serta melakukan ritual keagamaan. 

"Suhu atau thaipak biasa pada umumnya gelar seseorang yang bisa memanggil dewa Dewi adalah seseorang yang diberikan kelebihan oleh tuhan/Thian dalam membantu pengobatan secara alternatif," jelas Oktario dalam rilis kepada Bangkapos, Sabtu (14/11/2020).

Dewa Fakong Thai Tie merupakan salah satu dewa yang ditugaskan dalam urusan membasmi iblis, dan terkadang kehadiran beliau selalu identik dengan ritual potong lidah dan tusuk mulut/chiuk Ling chiam.

Dia menyebutkan Suhu Dedi menjadi salah satu anggota GPS yang turut andil dan sudah 13 tahun bergelut dalam dunia tathung/thaipak yang sangat menekuni dan sangat rendah hati dalam menolong sesama dalam menyelesaikan berbagai keluhan setiap tamu yang hadir.

"Sudah sejak tamat SMA suhu Dedi mulai melakukan praktek pengobatan dan terkadang banyak pasien atau tamu yang selalu datang dalam keluhan sakit non medis,"sebutnya.

Menurut Oktario menjadi seorang thaipak tidak mudah dan sangat berat ujian serta cobaannya, banyak pantangan yang tidak boleh dilakukan.

"Prinsip serta amanat yang saya terapkan dalam dunia thaipak untuk membantu sesama harus iklas dan tidak boleh mengharapkan sesuatu yang lebih, asalkan kita iklas, saya yakin balasan amal ibadah kita tuhan bisa atur," ujar Suhu Dedi.

Diakui Suhu Dedi, rintangan terberat yang dialami sejak menjadi thaipak adalah banyaknya cobaan dari para orang-orang yang ingin mencelakai dirinya.

Halaman
12
Penulis: Sela Agustika
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved