Breaking News:

Penanganan Covid 19

Pilkades 2020 Ditunda Untuk Hindari Klaster Baru Covid-19

Mendagri Tito Karnavian memilih untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang seharusnya dilakukan pada 2020.

Editor: fitriadi
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Mendagri menunda Pilkades 2020 untuk menghindari klaster baru Covid-19 di Indonesia. 

"Maka kita fokuskan pada pelaksanaan Pilkada dengan protokol Covid-19 sampai dengan 9 Desember perhitungan suara."

"Kemudian baru kita laksanakan Pilkades dengan aturan yang lebih jelas," jelas Tito, dikutip dari laman resmi Kemendagri.

Tito mengaku akan mengeluarkan Permendagri baru terkait penerapan protokol kesehatan pada saat melaksanakan Pilkades.

Sebab Permendagri Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pilkades belum sesuai dengan kondisi pandemi saat ini.

Setelah peraturan dibuat dengan jelas, ia berharap protokol kesehatan dapat dipatuhi oleh semua pihak.

Tito juga mengusung tema utama Pilkades, yaitu desa sehat, desa aman, dan mandiri.

"Kita harapkan Pilkades berjalan aman dari gangguan konvensional dan aman dari media penularan Covid-19."

"Sekaligus membangkitkan gerakan perlawanan desa-desa terhadap Covid-19 dengan calon kepala desa yang memiliki mindset yang sama."

"Yaitu untuk menanggulangi Covid-19 di wilayah masing-masing agar kuat bebas dari Covid-19, dan yang kedua bisa menangani dampak sosial-ekonominya," ujar Tito.

Baca juga: Muncul Istilah Baru Sindemi Covid-19, Apa Bedanya dengan Pandemi Covid-19

Disisi lain, pelaksanaan Pilkades pasti memiliki konsekuensinya, terlebih dalam hal anggaran.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved