Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kegigihan Atok Johan, Jual Ampiang dan Kretek di Pinggiran Jalan Kota Pangkalpinang

Atok Johan (89) terlihat tidak muda lagi. Kulitnya tidak lagi kencang, tetapi lihat semangatnya tidak pernah pudar.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
tok Johan sedang melayani pembeli yang membeli daganganya pada, Minggu (15/11/2020). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Atok Johan (89) terlihat tidak muda lagi. Kulitnya tidak lagi kencang, tetapi lihat semangatnya tidak pernah pudar.

Tubuhnya boleh saja terlihat tua, jalanya terlihat tergopoh gopoh, matanya tak lagi bisa melihat jelas. Tetapi lihat kegigihannya.

Diusia senjanya Atok Johan tidak mau menyerah begitu saja.

Ia masih tetap saja ingin mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup hari-harinya.

Sambil mengenakan topi, baju kaos tipis dan masker kain yang bergantung di lehernya, setiap hari ia berjualan di bawah pohon rimbun pinggiran jalan Linggar Jati, Kelurahan Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang

Dengan beralaskan karpet plastik tipis, Atok Johan duduk bersila berjualan ampiang ikan dan kretek angka delapan dari Sungaiselan.

Produk makanan yang ia jual, tersusun rapi dalam bungkus plastik bening di atas meja kayu dihadapannya.

Atok Johan mengatakan, ia berjualan seperti ini sudah belasan tahun, dengan keuntungan Rp 2.000 per bungkusnya.

Harga ampiang dan kretek yang dijual, sama rata Rp 15.000 per bungkusnya.

"Untungnya dapatnya tiap hari Rp 90 ribuan cukuplah untuk beli beras, karena saya ada cucu yang dari kecil saya rawat hingga besar. Sementara istri di rumah, sakit tangan tidak bekerja," kata Atok Johan, kepada Bangkapos.com, Minggu (15/11/2020).

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved