Breaking News:

Bangka Barat Election

Belum Dapat Sertifikat Tanah, Warga Transmigran Mengadu ke H Badri Syamsu

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaligus Calon Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, H Badri Syamsu mendapat aduan dari warga

ist
Belum Dapat Sertifikat Tanah, Warga Transmigran Mengadu ke H Badri Syamsu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaligus Calon Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, H Badri Syamsu mendapat aduan dari warga transmigrasi mengenai belum adanya sertifikat tanah.

Hal ini menyebabkan warga yang berprofesi sebagai petani tidak memiliki kepastian hukum atas tanah yang digarapnya.

Badri mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan keluarnya sertifikat tanah untuk menjawab keluhan warga.

Pasalnya, program transmigrasi merupakan kewengan pemerintah pusat sehingga pengeluaran sertifikat menunggu keputusan resmi.

"Ini akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pemerintah pusat agar segera diselesaikan. Kami akan membantu mengawalnya sehingga pemerintah pusat bisa segera mengeluarkan sertifikat," kata Badri saat menggelar kampanye dialogis di Kecamatan Jebus, Senin (16/11/2020).

Menurut dia, keluhan warga transmigrasi ini nantinya akan menjadi salah satu priorotasnya dalam lima tahun ke depan ketika dipercaya menjabat sebagai wakil bupati.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Tak hanya itu, ke depan nasib para petani pun akan menjadi perhatian khusus.

Caranya yakni memberikan bantuan berupa pupuk dan bibit murah agar dapat menekan biaya produksi.

"Jadi sangat jelas program kami lima tahun yaitu mewujudkan ketahanan pangan daerah yanh dicapai melalui peningkatan taraf hidup petani.

Sebagai kabupaten dengan mayoritas warganya yang bekerja sebagai petani potensi ini harus dimaksimalkan," kata dia.

Sementara itu, warga transmigrasi Kecamatan Jebus, Suyani (49 tahun) mengatakan dirinya telah menggarap sawah selama enam tahun.

Sebelum mengikuti program transmigrasi, ia dijanjikan mendapatkan sertifikat tanah setelah bekerja paling cepat tiga tahun dan paling lambat lima tahun.

Kendati demikian, hingga sekarang Suyani belum mendapatkan sertifikat itu. Sehingga masa depannya tak menentu.

"Kalau ada sertifikat kan bisa digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank. Jadi kami mohon agar Pak Badri bisa membantu," kata dia.

Lebih lanjut, pria asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini mengapresiasi komitmen yang diberikan politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu.

Ia pun memberikan dukungan penuh agar dapat memenangkan pemilihan kepala daerah sehingga dapat menjalankan program-programnya.

"Beliau ini kami lihat sangat peduli kepada petani jadi banyak yang memberikan dukungan," kata dia.

Sebagai informasi, pada Pilkada Kabupaten Bangka Barat tahun 2020 PDI Perjuangan mengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati Markus dan H Badri Syamsu yang merupakan petahana.

Mereka mendapatkan dukungan dari enam partai koalisi yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gelora Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved