Breaking News:

Ketika Habib Rizieq Shihab Kritik UU Cipta Kerja: Buat UU Apa Kuitansi Warung Kopi?

Ketika Habib Rizieq Shihab Kritik UU Cipta Kerja: Buat UU Apa Kuitansi Warung Kopi?

Tribunnews/JEPRIMA
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab saat menyapa pendukung dan simpatisan saat tiba di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020) Saat tiba, Rizieq menyampaikan orasi di hadapan massa pendukungnya untuk melakukan revolusi akhlak. Tribunnews/Jeprima 

"Ini yang menjadi dasar utama kita. Ini menjadi sebuah kebutuhan hukum di mana untuk lapangan kerja bisa diciptakan ketika kita juga bisa menarik investasi baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri," katanya.

Baca juga: Heboh di Pangkalpinang, Mayat dalam Karung Ditemukan, Ini Sosok Penghuni Terakhir Kamar No 11

Menurut Firman, ‎setiap tahunnya terdapat 2.9 juta angkatan kerja baru.

Kemudian juga terdapat 3.5 juta orang kehilangan pekerjaannya.

‎Belum lagi jumlah pengangguran yang mencapai Rp 6.9 juta orang.‎

"Kalau tidak ada investasi bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja.

Indonesia penduduknya jumlahnya besar dan negara tidak mampu menyediakan lapangan kerja. Ya rakyatnya mau kerja di mana?. ‎Logika berpikirnya kita bawa ke situ," ujarnya. 

Adanya UU Cipta Kerja tersebut juga membuat perizinan semakin mudah.

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak perlu berbelit-belit dalam mengurus perizinan usaha.

Sehingga adanya UU Cipta Kerja ini adalah menderhanakan regulasi yang berbeli-belit.

Baca juga: Selebgram ini Tak Mau Kalah dari Cewek di Video Syur Mirip Gisel, Sosok yang Ditunggangi Disorot

Baca juga: Rizky Billar Tak Terima Lesti Kejora Tunjukkan Video Memalukan: Tidak Punya Akhlak

Baca juga: Ini 14 Komjen Berpeluang Jadi TB1, Bakal Ada Mutasi Besar-besaran Jelang Pergantian Kapolri

Baca juga: Akibat Kepincut Janda Muda, Perangkat Desa ini Mundur dari Jabatan, Dicerai Istri, Selingkuhan Hamil

Itulah pemerintah hadir bagi masyarakat dengan adanya UU tersebut.

‎"Kita sudah over regulasi kita dan harus ada penyederhanaan. Ini terobosan yang pertama kali kita lakukan. Jadi ini memang sebuah keberanian untuk metode Omnibus Law ini," ujarnya. 

‎Adanya UU Cipta Kerja ini bukan hanya menguntungkan pengusaha.

Tetap ikut membantu meningkatkan perekonomian nasional.‎

"Kan begini negara bisa tegak ketika ekonominya kuat. Kalau ekonominya terpuruk maka negara ikut terpuruk.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved