Breaking News:

Berita Kriminalitas

Resepsionis Penginapan Ungkapkan Fakta Ini Terkait Penemuan Mayat di Dalam Karung

Resepsionis Penginapan Dewi Residen II, Marisa (20) mengungkapkan orang yang terakhir menginap di kamar No 11 adalah pria yang berinisial Y.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Ist/Polres Pangkalpinang
Penemuan mayat dalam karung di penginapan Penginapan Dewi Residen II Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020). 

Setelah sampai di rumah kakaknya itu, ibunya ditinggal di rumah. Sedangkan, dia bersama kakak mencari keberadaan korban.

"Kami pergi ke penginapan Kampung Opas, karena kami dapat kabar, korban ada di penginapan. Kami cari disana tidak ada motornya, sehingga kami berdua mencari di seluruh penginapan di Kota Pangkalpinang, tidak menemukan juga," kata Novi.

Anggota kepolisian Polres Pangkalpinang membawa mayat dalam karung yang ditemukan di Penginapan Dewi Residence 2, Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020). Polres Pangkalpinang menyebutkan dugaan sementara mayat tersebut berkelamin perempuan.
Anggota kepolisian Polres Pangkalpinang membawa mayat dalam karung yang ditemukan di Penginapan Dewi Residence 2, Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020). Polres Pangkalpinang menyebutkan dugaan sementara mayat tersebut berkelamin perempuan. (Bangkapos.com/Resha Juhari)

Baca juga: Mayat Janda Dalam Karung di OYO Dewi Residence 2 Pangkalpinang, Begini Pengakuan Kakak Korban

Baca juga: Kakak Korban Teriak Histeris Saat Ketahui Mayat dalam Karung Adiknya, Janda Tinggal di Kerabut

Baca juga: Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Wanita Ojek Online hingga Wajah Pria Diduga Pelaku Viral

Tak Pernah Keluar Malam

Kakak Ayu, Iwan, mengungkapkan korban ini tidak pernah keluar malam, kalau pun keluar malam hanya pukul 22.00 WIB sudah berada di rumah.

Memang status adiknya seorang janda dan tidak memiliki anak. Hanya dia memiliki anak asuh. Sedangkan anak yang ada di foto itu anak Iwan yang sering  memanggil Ayu mamak.

"Pukul 22.00 WIB sudah balik, dia sudah ada di rumah dan tidur di rumah, nggak kemana mana lagi," kata Iwan.

Sejak hilang kontak kepada korban, Iwan mengatakan sempat memosting foto korban ke media sosial Facebook, namun ada komentar dari beberapa akun Facebook, yang kenal terhadap korban dan melihat korban sore.

"Pernah di posting foto Ayu ini ke Facebook, namun ada yang komentar kata dalam komentar itu ada yang melihat sore-sore  dan ada yang bilang, juga berjalan dengan cowok," jelasnya.

Pertama Dengar Kabar Tak Percaya

Iwan, pertama kali mendengar kabar penemuan mayat di dalam karung, di Penginapan Dewi Residen II Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020) lalu terbesit dihatinya, berdoa semoga penemuan mayat tersebut  bukan adiknya.

"Saat semakin dekat ke tempat penemuan mayat, semakin berdetak jantungnya. Saat sampai di tempat kejadian, korban itu sudah di bawa ke Rumah Sakit Umum Depati Hamzah," kata Iwan

Setelah sampai di ruang otopsi rumah sakit, saat melihat kaos kakinya yang dipakai, semakin yakin bahwa adiknya itu. Namun polisi pada saat itu meyakinkan kepadanya, apakah benar ini adiknya.

"Saat saya lihat, baju yang dia pakai saya curiga bukan dia, saat di balik badannya, berubah keyakinan bahwa bukan dia, yang sebelumnya 90 persen yakin berubah menjadi 40 persen, bukan," ceritanya kepada Bangkapos.com, dengan mata berkaca kaca.

Tetapi, sekali dicek lebih lanjut, dan menemukan ciri-ciri, ada tanda kotek di jarinya, baru Ia yakin bahwa mayat tersebut adalah Ayu adiknya yang menghilang.

"Semua yang dipakai masih lengkap, pakai jilbab dan baju dan kaos kaki," ungkap Iwan.

Baju Dipakai sama dengan Adiknya

Novi (18) menceritakan saat ditemukan mayat di dalam karung dan melihat waktu di rumah sakit, baju yang dipakai oleh korban sama seperti bajunya.

"Waktu kami beli itu sama alias kembar, sama seperti saya. Ibu juga bilang dia keluar memakai baju sama seperti saya," ungkapnya

Biasanya kakaknya itu keluar rumah menggunakan  pakai gamis, tapi kali ini mengenakan pakai celana jeans, dan baju kaos.

Status Postingan Facebook

Sementara itu, status yang di posting oleh korban di media sosial Facebook, sebelum terjadi peristiwa itu, membuat keluarga tidak tenang.

"Melihat status mulai kami tidak tenang, di akun Facebooknya Ayu Carla, sebelum ditemukan itu. Saya kira, hanya sebagai status. Saya juga pikir biasa," ungkap Iwan.

Korban juga berkeinginan membuka usaha sendiri, dan telah membuat spanduk dan gerobak untuk berjualan di depan rumah mereka.

"Karena kerjanya juga sambilan sebagai driver ojek online, dia ingin membuka usaha sendiri, menjual jajanan. Kalau keluar malam tidak pernah. Anaknya baik, ingin membantu keluarga," ungkap Iwan.

( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita / Yuranda )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved