Rabu, 20 Mei 2026

USAHA Sempat Sepi Gegara Corona, Devi Tak Menyerah dan Bangkit Lakukan Ini agar Usaha Tetap Eksis

Virus corona atau covid-19 membuat banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bingung, tak cuma di Bangka Belitung bahkan dunia merasakannya

Tayang:
Penulis: Edy Yusmanto |
Bangkapos.com/Edy Yusmanto
Devi Ramadini owner Khanza cake &cokies; dan Khanza loundry 

BANGKAPOS.COM - Menjadi pelaku usaha memang sudah lama diinginkan Devi Ramadini (25). 

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), istri Rico Chiputra ini sudah terbiasa berdagang.

Ketika kebanyakan cewek seusianya disibukkan dengan berkumpul bersama teman-teman, Devi memilih memanfaatkan waktunya mengais rejeki. 

Cara berpikir mandiri ini sebenarnya memang warisan dari ayah dan ibunya. 

Bahkan, sang kakak yang sudah terlebih dahulu terjun ke dunia bisnis menjadi motivatornya. 

Pelan tapi pasti, langkah Devi di dunia bisnis semakin mantap. 

Owner Khanza Cake/Cookies dan Khanza Loundry ini memulai usaha dari bisnis minyak tanah.

"Awalnya dipercaya ayah kelola pangkalan minyak tanah, jadi seperti dapat kecocokan," kata Devi kepada bangkapos.com Senin (16/11/2020). 

Dua tahun mengelola pangkalan minyak membuat mental Devi terasah. 

Pembatasan kuota minyak tanah menjadi penyebab usaha ini tak berlanjut. 

Devi yang masih duduk di bangku kuliah sempat drop karena usaha berhenti. 

Hampir satu tahun tak melakoni bisnis apapun membuat ibu dua anak ini berpikir kritis. 

Dia melihat ada potensi finansial dari kolam ikan di depan rumahnya. 

"Habis itu (bisnis minyak tanah) saya tak bekerja. Saya lihat kolam ikan itu bisa jadi usaha. Saya langsung berpikir ternak ikan lele. Walaupun tidak ada ilmu soal lele, saya mau belajar," papar Devi. 

Sebenarnya usaha lele sudah berjalan lancar. 

Bahkan Devi yang memutuskan untuk menikah muda pun merasakan manfaat dari usaha lele ini. 

"Lele jadi makanan pas waktu acara pernikahan kami, sebelum akhirnya usaha tak dilanjutkan," ujar Devi. 

Setelah menikah Devi fokus menempuh pendidikannya.

Jiwa bisnisnya terus meronta. 

Akhirnya, bisnis gas jadi pilihan usaha selanjutnya.

Prospek yang tak menjanjikan membuat Devi tak melanjutkan usaha ini. 

Bahkan untuk menuntaskan kewajiban perbankan Devi harus meminta bantuan sang kakak. 

Meski demikian, semua tak membuat Devi putus asa. 

"Pinjam sama kakak untuk bayar kewajiban di bank, setelah selesai pinjam lagi untuk usaha lain," papar Devi. 

Atas saran kakak, Devi dianjurkan membuka loundry. 

Usaha mencuci dan menggosok rapi pakaian menjadi bisnis yang memiliki prospek baik ke depan. 

Tak mudah memang bagi Devi untuk memulai usaha ini.

Sebelum membuka usaha sendiri, Dia harus mempelajarinya. 

"Saya belajar dulu. Caranya saya ngesub atau menjadi bagian loundry lain dulu. Saya terima pakaian lalu saya antar ke loundry tersebut. Sekitar dua atau tiga minggu, baru saya buka sendiri. Beli mesin seken dari tempat loundry itu, sebelum akhirnya berkembang sampai saat ini," jelas Devi. 

Kalau usaha cake dan cokies, Devi tidak setiap hari buat tapi menunggu pesanan (order).

"Alhamdulilah, sejauh ini semua masih ada orderannya. Ada bolu, ada brownis, resol ini kakak ipar yang buat sama-sama," tutur Devi.

Drop Gegara Corona

Virus corona atau covid-19 membuat banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bingung. 

Tak cuma di Bangka Belitung bahkan dunia merasakannya. 

Devi menjadi satu dari jutaan UMKM di dunia yang harus bekerja keras menjaga stabilitas usaha. 

Di awal-awal covid19 menyerang, usaha cake dan loundry Khanza merosot tajam.

Sempat drop memikirkannya. 

"Drop itu pasti, rasanya sulit sekali. Corona membuat saya bingung harus melakukan apa agar usaha tetap eksis, itu awal-awal virus merebak," ujar Devi. 

Berbagai usaha coba dilakukan Devi. 

Satu di antaranya adalah terus menyakinkan konsumen bahwa cara mencuci pakaian yang dilakukan pihaknya benar-benar bersih. 

Pakaian dari satu pelanggan tidak dicampur dengan pelanggan lainnya. 

Semua ini untuk memberikan kenyakinan kepada konsumen, Khanza loundry benar-benar mematuhi protokol kesehatan. 

"Saya bilang ke konsumen, kami cuci terpisah tidak dicampur dengan yang lain karena covid ini. Alhamdulilah, pelan-pelan konsumen percaya dan tidak berhenti berlangganan. Suami juga memberikan dukungan untuk terus bersemangat dan tidak menyerah," papar Devi.

Di tempat loundrynya, Devi senantiasa mengingatkan pegawai untuk mematuhi protokol kesehatan.

Mulai dari mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

"Di depan toko ada hand sanitizer, kalau habis ya diisi lagi. Kan sama-sama kita harus menjaga di tengah covid ini," ujar Devi. 

Devi percaya bahwa apapun usaha yang digeluti harus diawali niat yang kuat dan diyakini untuk memberikan yang terbaik.

Kini usaha cake/cokies dan loundry Devi masih bertahan di tengah pandemi corona.

(Bangkapos.com/Edy Yusmanto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved