Breaking News:

4 AREA Merokok di Kawasan Malioboro yang Tak Kena Denda Rp7,5 Juta

Heroe menjelaskan, salah satu alasan Pemkot Yogyakarta mengeluarkan peraturan itu adalah mengurangi penularan Covid-19.

Penulis: tidakada001 | Editor: Edi Yusmanto
Photo by Agto Nugroho on Unsplash
Plang nama Malioboro 1 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan bahwa di sepanjang kawasan Malioboro akan bebas dari asap rokok.

Peraturan itu sudah mulai diberlakukan sejak hari Kamis (12/11/2020).

Lalu, bagi para perokok, Pemkot Yogyakarta menyediakan beberapa titik smoking area.

Keempat titik smoking area itu berada di Taman Parkir Abu Bakar Ali, utara Malioboro Mall, utara Ramayana, dan lantai III Pasar Beringharjo. 

"Sebenarnya rencana awal akan dideklarasikan pada tanggal 24 Maret 2020 lalu. Namun, pada saat itu di DIY ditetapkan status tanggap darurat sehingga harus mundur pada 12 November 2020," ucap Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat dihubungi, Jumat (13/11/2020).

Heroe menjelaskan, salah satu alasan Pemkot Yogyakarta mengeluarkan peraturan itu adalah mengurangi penularan Covid-19.

Menurut Heroe, rokok diisap melalui bibir yang bisa menyebarkan Covid-19.

Namun demikian, para pedagang asongan yang menjual rokok masih diperbolehkan menjajakan di Malioboro.

"Kita tambahkan protokol kesehatan di kawasan Malioboro yang awalnya hanya 4 M menjadi 4M+1TM, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, sekarang kita tambah tidak merokok," jelas dia.

Peraturan tersebut juga menyertakan sanksi bagi warga yang nekat merokok di tempat yang dilarang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved