Breaking News:

Kenapa Candu Makanan Manis Sulit Dihentikan?

Mengonsumsi makanan manis secara berlebihan adalah ancaman bagi kesehatan.

Kenapa Candu Makanan Manis Sulit Dihentikan?
freepik
Makanan manis

BANGKAPOS.COM - Mengonsumsi makanan manis secara berlebihan adalah ancaman bagi kesehatan.

Tetapi, tak dapat dimungkiri gula tetap dibutuhkan dalam menjalankan fungsi otak.

Ketika kadar glukosa dalam darah rendah, khususnya bagi penderita hipoglikemia, maka hal itu dapat memicu timbulnya gangguan pada otak.

Misalnya muncul kabut otak (brain fog), membuat kita sering lupa dan tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari sehingga gampang mengantuk.

"Saat gula menyentuh lidah kita, ia mengaktifkan indra perasa tertentu yang mengirimkan sinyal ke otak, termasuk korteks serebral."

Begitulah penuturan Nicole Avena, Ph.D., asisten profesor ilmu saraf di Mount Sinai School of Medicine, yang menulis buku tentang kecanduan gula.

Kemudian, sinyal tersebut mengaktifkan sistem di dalam otak dan melepaskan zat kimia dopamin, yang membuat kita merasa nyaman.

"Sering kali, ketika kita makan sesuatu yang baru dan enak, dopamin dilepaskan saat kita pertama kali mencicipinya," katanya.

Meski begitu, menurut dia, tidak semua makanan dapat melepaskan dopamin.

Hanya makanan mengandung gula saja yang bisa.

Halaman
1234
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved