Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Rencananya Vaksin Covid-19 Didistribusikan Desember 2020, Gubernur Bangka Belitung Siap Divaksin

Jumlah warga yang tertular Virus Corona di Indonesia terus bertambah.  Namun  jumlah pasien yang sembuh juga menunjukan perkembangan mengembirakan.

Penulis: Nurhayati CC | Editor: nurhayati
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Vaksin 

BANGKAPOS.COM -- Jumlah warga yang tertular Virus Corona di Indonesia terus bertambah.  Namun  jumlah pasien yang sembuh juga menunjukan perkembangan yang mengembirakan.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, update hingga Selasa (17/11/2020) ada tambahan 3.807 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 474.455 kasus positif corona. 

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 3.193 orang sehingga menjadi sebanyak 398.636 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 97 orang menjadi sebanyak 15.393  orang.

Untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona ini tentu saja pemerintah selalu mengingatkan masyarakat  selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu juga pemerintah berencana mendistribusikan vaksin virus corona (Covid-19). Vaksin Covid-19 akan mulai didistribusikan kepada masyarakat pada minggu ketiga Desember 2020 mendatang.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan, vaksinasi Covid-19 menyasar target 67% dari 160 juta penduduk Indonesia berusia 18-59 tahun atau lebih dari 107 juta orang.

Ia mengatakan, selain usia 18-59 tahun sejumlah kriteria penerima lainnya harus dipenuhi jadi penerima vaksin dalam keadaan sehat, bukan orang dengan komorbid, ibu hamil, atau penyintas Covid-19.

“Vaksin Covid-19 sampai saat ini diperuntukkan kepada sasaran umur 18-59 tahun dan sehat, antara lain tanpa komorbid, ibu hamil, dan yang sudah terkena infeksi SARS-CoV-2 sesuai rekomemdasi ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization),” kata Menkes Terawan di Jakarta, Selasa (17/11/2020)

Untuk pengadaan vaksin Covid-19 ini, pemerintah telah mengalokasikan cadangan anggaran untuk penangananan Covid-19 dan vaksinisasi baik untuk tahun ini maupun tahun depan sebesar Rp 34,23 triliun.

Rinciannya, untuk tahun ini sebesar Rp 5 triliun dan tahun depan mencapai Rp 29,23 triliun.

"Kita sudah melakukan pencadangan untuk pengadaan vaksin, baik untuk tahun ini dan tahun depan. Kalau kita lihat totalnya mencapai Rp 5 triliun plus Rp 29,23 triliun untuk program vaksinasi tahun depan. Yang ini memang sudah di earmark, dananya berasal dari Gubernur (Bank Indonesia) yang 0 persen, ini adalah seluruh pengelola dana di bidang kesehatan," jelas Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan DPR RI, Kamis (12/11/2020) dikutip Bangkapos.com melalui Kompas.com.

Untuk pencadangan tersebut, pemerintah telah melakukan realokasi anggaran dalam program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Anggaran program PEN khusus untuk bidang kesehatan, yang semula dialokasikan sebesar Rp 87,55 triliun, kini telah menjadi Rp 97,26 triliun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved