Breaking News:

Pjs Bupati Sahirman Sebut Khasiat Daun Kelor Bisa Bantu Atasi Stunting

Pjs Bupati Bangka Barat Sahirman Djumli menganjurkan agar anak-anak dan balita di Bangka Barat

Editor: Fery Laskari
Ist
Pjs Bupati Bangka Barat Sahirman Djumli saat membuka pertmuan penanganan stunting, Jumat pagi(19/11). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pjs Bupati Bangka Barat, Sahirman Djumli menganjurkan agar anak-anak dan balita di Bangka Barat yang masih dalam masa pertumbuhan untuk mengonsumsi daun kelor karena berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kurangnya asupan gizi.

Hal tersebut disampaikan Sahirman dalam sambutan saat membuka pertemuan lintas sektor pencegahan dan penanganan stunting  Kabupaten Bangka Barat, Jumat (20/11/2020).

"Upaya penanganan stunting amat penting karena persoalan stunting ini bisa berdampak pada resiko penurunan kemampuan produktivitas suatu bangsa termasuk di Bangka Barat. Pencegahan stunting dimulai dari perbaikan status gizi dan kesehatan ibu anak terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Soal perbaikan gizi ini tak selamanya harus punya banyak uang, ada yang namanya daun kelor atau merunggai. Tanaman ini tidak sulit tumbuh, bahkan di luar negeri sana sudah biasa dikonsumsi," kata Sahirman di Muntok.

Kepala BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut bahkan mengaku selama ini sudah mulai mengkonsumsi daun kelor.

"Daun kelor ini saya sudah konsumsi tiap pagi, direbus lalu minun. Saya bawa dari Sungailiat sana. Ini sangat murah tapi khasiatnya luar biasa. Saya berharap daun kelor bisa menjadi sumber pangan alternatif di Bangka Barat," ujar Sahirman

Menyadari betapa pentingnya persoalan pencegahan dan penanganan stunting di Bangka Barat, Sahirman minta agar konsentrasi penggunaan anggaran tidak hanya di acara formal saja tapi difokuskan untuk hal-hal substantif dan berdampak nyata.

Menurut Sahirman, penanganan stunting harus diintervensi bersama lintas sektor terkait baik stakeholder internal maupun eksternal.

"Tapi kita di internal ini harus bisa jadi contoh. Maka tolong para stakeholder internal baik camat, kepala puskesmas lurah dan kades, harus solid," ajaknya.

Turut hadir dalam rapat ini kepala dinas kesehatan Bangka Barat Achmad Syaifuddin, perwakilan puskesmas di Bangka Barat, lurah dan kades yang jadi locus stunting.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved