Breaking News:

Berita WIKI

Tanaman Ini Bikin Cepat Kaya, Petani Bangka Mulai Melirik, Untung Bisa Ratusan Juta  

Zaman semakin sulit, tantangan semakin berat. Petani di Pulau Bangka yang dulu sukses mengandalkan komoditi pertanian lada dan karet pun gulung tikar.

(KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi)
Paidi, Warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun menunjukkan umbi porang yang akan diekpsor ke luar negeri. Paidi sukses mengembangkan porang hingga mengubah nasibnya pemulung menjadi miliader. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Zaman semakin sulit, tantangan semakin berat. Petani di Pulau Bangka yang dulu sukses mengandalkan komoditi pertanian lada dan karet pun gulung tikar. Sementara hasil tambang berupa pasir timah yang juga jadi primadona Rakyat Bangka, kini tak bisa diandalkan.

Lalu apa yang harus dilakukan? "Karet murah, sahang (lada -red) apalagi, murah. Lalu mau mau makan apa petani kita ?" kata Liyas (35), Petani Bangka mengeluh, awal pekan lalu, November 2020.

Namun Liyas tak mau menyerah. Mengandalkan gadged di tangan, Liyas  mulai browsing. Berbekal WiFi di warung kopi, ia mulai mencari informasi. 

Satu persatu situs tentang usaha dan komoditi pertanian-perkebunan ia buka, mulai sawit hingga alpukat. Setiap informasi ia cerna dan nalarnya mulai bermain.

Beberapa bidang usaha ia temukan dan semuanya memberikan informasi menguntungkan. Namun beberapa bidang usaha pula butuh modal besar dan tentunya rumit dalam pelaksanaannya.

Tiba-tiba senyum pria rambut mulai memutih ini mengembang. Matanya tetap tertuju pada layar gadged di tangan, dan terdengar suaranya. "Wadaw..untung ratusan juta coi," katanya, seraya tangan kiri meraih gelas kopi di warung itu.

Setelah menghirup kopi di gelas, Liyas tersenyum lagi. Tak lama kemudian, mulutnya kembali berucap. "Lumayan juga untungnya ya," lanjut Liyas. 

Usut punya usut, ternyata Liyas sedang menonton sebuah tanyangan berdurasi pendek di Chanel You Tube.

Di chanel itu, memperlihatkan seorang petani porang sedang menangguk untung ratusan juta rupiah, padahal cuma punya lahan pertanian 1 hektare. Ia juga menyaksikan di chanel ini, Meteri Pertanian (Mentan) RI, DR Syahrul Yasin Limpo hadir di acara panen raya petani sukses yang dimaksud di Sulawesi.

"Kata Pak Menteri Pertanian kita (DR Syahrul Yasin Limpo -red), dalam satu hektare lahan bisa ditanami sebanyak 40.000 bibit. Jika sudah panen, maka bisa menghasilakn minimal 1 kg umbi perpohon. Berarti dalam satu hektare hasilnya bisa  40 ton. Sedangkan harga umbinya kata Pak Menteri mencapai Rp10 Ribu perkg," kata Liyas mengutip ucapan Pak Menteri di chanel itu.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: ferylaskari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved