Breaking News:

Berita WIKI

CPO Dunia Menghangat: "Mantab, Sawit Seribu Delapan Ratus"

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih melambung. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, antara lain melonjaknya harga crude palm oil..

bangkapos.com/ferylaskari
Karim (47), Buruh Harian Lepas Kebun Sawit di Bangka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih melambung. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain melonjaknya harga crude palm oil (CPO) dunia. Kondisi tersebut berpengaruh positif bagi petani perkebunan kelapa sawit, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Mantab .. sawit seribu delapan ratus...!" teriak Fauzi (55),  Warga Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali Bangka, Minggu (22/11/2020). 

Fauzi memang tak memiliki kebun kelapa sawit, namun gejolak harga TBS yang kian hari kian membaik, akhir-akhir ini di Kabupaten Bangka, membuatnya nyaris tak percaya.

Apalagi pada pabrik CPO tertentu di Pulau Bangka ada yang sudah berani mematok harga beli TBS pada level sekitar Rp1.900 perkg (Beli di Pabrik CPO).

Artinya, ketika harga TBS sawit di Pabrik CPO di Bangka duduk pada level Rp1.800 hingga Rp1.900 perkg, maka kisaran harga TBS sawit di tingkat petani yang dibeli pedagang pengumpul (Pengepul) di lapangan (kebun), bisa bertengger pada kisaran rata-rata Rp1.600 perkg, tergantung kualitas TBS dan faktor lain. 

Sementara muatan TBS kelapa sawit dalam ukuran satu truk fullbak (istilah tiga tir), rata-rata bobotnya 10 ton. Artinya pada level harga TBS pabrik sedemikian rupa, Pengepul TBS bisa bawa pulang uang Rp18 Juta hingga Rp19 Juta per truk, muatan TBS ukuran fullbak tiga tir, ---untung Pengepul sekitar Rp150 hingga Rp200 perkg, itu pun sebagai jasa antar TBS petani ke pabrik CPO.

Sedangkan petani jika dapat hasil panen TBS sawit dalam ukuran fullbak yang sama setidaknya bisa dapat uang sekitar Rp16 Juta. Panen TBS sawit biasanya dilakukan petani dalam waktu berkala, dua kali dalam sebulan, sepanjang tahun, jika tak ada kendala faktor alam atau jika tanpa masa trek.

Intinya, harga TBS di tingkat petani, biasanya mengacu pada harga TBS Pabrik CPO, namun selisih harga sekitar Rp150 hingga Rp200 perkg, jika dijual ke Pengepul atau tengkulak.  Harga TBS petani biasanya dipatok Pengepul, di bawah harga TBS Pabrik CPO, fluktuatif tergantung kualitas buah, jarak kebun ke pabrik dan faktor lain. Harga TBS setiap pekan atau setiap hari bisa saja berubah-ubah.

Rojo (40), seorang Pengepul TBS Sawit di Kecamatan Pemali Bangka saat dihubungi Bangkapos.com, Minggu (22/112020) petang, menyatakan, dalam sepekan terjadi fluktuasi harga yang turun naik. Namun demikian katanya, harga TBS masih sangat menggiurkan.

"Paling turun naik sekitar sepuluh rupiah, kadang naik, kadang turun. Yang jelas dalam sepekan terakhir harga TBS petani yang kami beli, kemudian kami jual lagi TBS itu ke Pabrik CPO di Bangka dengan harga rata-rata sekitar Rp1.830 perkg di pabrik. Sedangkan harga TBS yang kami beli ke petani, di bawah itu, paling sekitar Rp1.600 perkg, tergantung kualitas buah (TBS)," katanya.  

Halaman
12
Penulis: Fery Laskari
Editor: Fery Laskari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved