Breaking News:

Kubah Lava Gunung Merapi Tiba-tiba Runtuh 22 November 1994, Lava Panas Mengalir ke Lokasi Hajatan

Gunung Merapi pernah meletus 22 November 1994 atau tepat 26 tahun lalu kubah lava di puncak barat tiba-tiba runtuh.

Setya Krisna Sumargo/Tribun Jogja
Kubah lava Gunung Merapi. Gunung Merapi pernah meletus 22 November 1994 atau tepat 26 tahun lalu kubah lava di puncak barat tiba-tiba runtuh. 

BANGKAPOS.COM, YOGYAKARTAGunung Merapi dalam beberapa minggu terakhir ini beraktivitas lagi.

Warga sekitar lereng gunung itu pun bersiap mengungsi.

Jika sewaktu-waktu masyarakat diminta untuk mengungsi, sudah ada jalur evakuasi yang disiapkan.

Aktivitas kegempaan Gunung Merapi terjadi peningkatan pada periode Jumat (13/11/2020) hingga Kamis (19/11/2020) dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, Jumat (20/11/2020).

Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 262 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 1.939 kali gempa Fase Banyak (MP), 7 kali gempa Low Frekuensi (LF), 441 kali gempa Guguran (RF), 352 kali gempa Hembusan (DG), dan 8 kali gempa Tektonik (TT).

Letusan Gunung Merapi 1994

Gunung Merapi pernah meletus dahsyat pada 22 November 1994 atau tepat 26 tahun lalu kubah lava di puncak barat tiba-tiba runtuh.

Ambrolnya kubah lava itu memicu luncuran awan panas menuju hulu Kali Krasak.

Namun karena aliran penuh material, luncuran awan piroklastika atau wedhus gembel (awan panas) berbelok ke hulu Kali Boyong.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved