Breaking News:

Mayat Dalam Karung

PENGAKUAN Pembunuh Wanita Driver Ojol, Ayu Carla Dibekap Pakai Bantal, Jual Motor untuk Beli Sabu

Pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara menyekap mulut korban dengan bantal dan sambil menekan korban di bagian dada,

Editor: Teddy Malaka

"Pelaku bukan residivis pembunuh, tapi pelaku sudah biasa mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu dan dan judi online. Barang yang telah dijual handphone dan sepeda motor," ungkap Adi.

Kapolres Imbau Masyarakat

Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah mengimabu kepada masyarakat khususnya  di  Kota Pangkalpinang, agar berhati-hati, kepada orang yang belum dikenal.

Tris menegaskan, jangan mudah percaya kepada bujuk rayu, orang yang belum dikenal, apalagi melalui media sosial aplikasi komunikasi, seperti ini.

"Masyarakat mohon berhati-hati kepada orang yang belum dikenal secara jelas, jangan mudah percaya kepada bujuk rayu. Apalagi melalui jaringa komunikasi melalui aplikasi," imbau AKBP Tris Lesmana Zeviansyah.

Menurut Tris, bujuk rayu yang dikeluarkan oleh orang yang belum dikenal, akan menjadi dampak buruk terhadap diri sendiri, yang mungkin harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

"Kepada masyarakat harap berhati-hatin dan banyak korban yang diawali jalur komunikasi melalui aplikasi, seperti ini. Jadi tolong kepada masyarakat kita agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian," tegasnya.

Ita (kiri) kakak dan Novi (kanan) adik Ayu merupakan korban pembunuhan di Penginapan Dewi Residence II di Jalan Sumedang, Kacangpedang, Pangkalpinang, hadir di Polres Pangkalpinang, Senin (23/11/2020)
Ita (kiri) kakak dan Novi (kanan) adik Ayu merupakan korban pembunuhan di Penginapan Dewi Residence II di Jalan Sumedang, Kacangpedang, Pangkalpinang, hadir di Polres Pangkalpinang, Senin (23/11/2020) (Bangkapos.com/Yuranda)

Nyawa Dibayar Nyawa

Ita kakak Ayu Carla (29) korban pembunuhan di penginapan Dewi Residence II di Jalan Sumedang, Kacangpedang, Pangkalpinang, merasa tidak puas dengan ancaman hukuman yang diberikan ke pelaku pembunuh, adiknya itu.

Ita yang bersama keluarganya, mendatangi Polres Pangkalpinang, untuk melihat dan bertemu langsung kengan Abdullah Yahya (32) pelaku pembunuh adiknya itu. 

Pasca ditangkap dan dihadiri di Jumpa pers di Halaman Polres Pangkalpinang, Senin (23/11/2020)

"Kami tidak puas dengan ancaman tuntutan selama 15 tahun, saya minta minimal seumur hidup. Saya mau nyawa bayar nyawa," kata Ita, seraya mengusap matanya, saat ditemui, Bangkapos.com setelah Jumpa pers di Polres Pangkalpinang, Senin (23/11/2020)

Pada kesempatan ini, Ita juga berterimakasih kepada pihak kepolisian, dan telah membantu keluarga untuk menemukan pelaku pembunuh adiknya.

Ita menambahkan keluarganya tetap mengikuti dan menghargai prosedur di kepolisian meski belum diizinkan bertemu dengan pelaku. Dia berjanji keluarga Ayu akan mengawal kasus tersebut hingga selesai.

"Kami akan ikuti sampai akhir. Saya mau bilang kepada pelaku, saya malaikat pencabut nyawanya (Ku nek bilang, ku malaikat pencabut nyawa dia-red). Dia bukan Tuhan untuk menyambut nyawa adik ku," ungkap Ita dengan suara yang lantang, dan kesal terhadap pelaku.

Dengan berjalan terpicang-pincang, Abdullah Yahya (32) digelandang Tim Naga dan Sahbara Polres Pangkalpinang, saat dihadirkan pada jumpa pers, di Polres Pangkalpinang, Senin (23/11/2020).

Abdullah Yahya saat dengan kondisi jalan pincang karena ada luka tembakan di kaki saat dikawal Anggota Polres Bangka ketika digelar Konferensi pers pelaku pembunuh Ayu (29) di Penginapan Dewi Resident II, Kacangpedang, Kota Pangkalpinang, Senin (23/11/2020)
Abdullah Yahya saat dengan kondisi jalan pincang karena ada luka tembakan di kaki saat dikawal Anggota Polres Bangka ketika digelar Konferensi pers pelaku pembunuh Ayu (29) di Penginapan Dewi Resident II, Kacangpedang, Kota Pangkalpinang, Senin (23/11/2020) (Bangkapos.com/Yuranda)

Dihantui Wajah Korban

Kegiatan jumpa pers terkait tersangka pembunuhan Ayu Carla (29) ini dipimpin oleh Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana didamping Kabag Ops AKP Johan Wahyudi, Kasat Reskrim AKP Adi Putra, serta Kasubbag Humas AKP Agus Widodo dan KBO Reskrim Ipda Imam,di Halaman Polres Pangkalpinang, Senin (23/11/2020).

Abdullah Yahya (32) mengaku mengenal korban melalui aplikasi pertemanan Michat. Sebelum tertangkap, Ia mengaku merasa dihantui perasaan bersalah.

Kemana pun dirinya berlari seolah-olah, wajah pelaku selalu hadir di setiap waktu.

"Karena saya membunuh korban, korban melihat saya sebelum dia tewas. Saya terbayang wajah korban setiap bangun tidur, dan dihantui," kata Abdullah Yahya, kepada Bangkapos.com, sebelum jumpa pers di Polres Pangkalpinang, Kamis (23/11/2020).

Baca juga: Pembunuh Ayu sang Driver Ojol Berhasil Ditangkap, Bunuh Korban Lalu Dimasukan ke Dalam Karung

Baca juga: TERUNGKAP Tempat Persembunyian Pelaku Pembunuh Ayu Driver Ojol, Begini Kisahnya Hingga Tertangkap

Ia juga mengaku, sebagai pegawai bank dengan penghasilan besar, dilakukan untuk meyakinkan korban. Selama pelarian hasil-hasil kejahatan pelaku berupa penjualan HP dan motor digunakan untuk membiayai hidup selama pelarian 

"Biaya hidup selama pelarian, dan saya juga menggunakan uang tersebut untuk beli sabu-sabu," kata Yahya. 

Yahya mengeksekusi korban, di atas kasur di penginapan Dewi Residence II Kacangpendang, Kota Pangkapinang, dengan menggunakan bantal, sampai korban meninggal dunia.

"Iya, sebelum peristiwa itu terjadi, saya bersama korban duduk di kamar penginapan tersebut, awalnya hanya ngobrol-ngobrol biasa," ungkap Yahya 

Pelaku dan korban sempat cekcokan, dan rebutan handphone milik korban. Pelaku mengambil hp milik korban untuk dijual oleh pelalu.

"Korban meminta handphonenya kepada saya, saya bilang ini HP mau dijual, sontak korban berteriak tolong-tolong hingga langsung saya bekap menggunakan batal hingga tewas, sedangkan dengkul kaki saya menekan dada korban," jelasnya Yahya. 

Diakuinya, memasukan jenazah korban ke dalam karung, agar jenazah tidak terlihat orang dan serta tidak mudah bau.

Abdullah Yahya (32) merupakan pelaku yang membunuh Ayu di penginapan Dewi Residence II di Jalan Sumedang, Kacangpedang pada tanggal 10 November 2020 lalu.

Jasad Ayu ditemukan di dalam karung di belakang kamar penginapan nomor 11 dalam keadaan menyebar bau tak sedap, Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Pelaku atas nama AY alias Y, umur 32 tahun dapat kita amankan di Desa Pedamaran, Kabupaten OKI pada Kamis tanggal 19 November 2020," kata Tris didampingi Kasat Reskrim AKP Adi Putra.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Tampak tersangka mengenakan baju tahanan tertatih-tatih berjalan didampingi anggota Tim Naga Polres Pangkalpinang.

Luka tembak di kaki kiri dan kanan tersangka lantaran berusaha lari dan melawan petugas saat akan ditangkap.

Ditembak

Terduga pembunuh janda muda Ayu Carla (29), Abdullah Yahya (31) tiba di Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang pukul 12.00 WIB, Sabtu (21/11/2020).

Pria yang sempat melarikan diri ke Palembang ini tampak duduk di kursi roda, terdapat tiga perban yang membalut kakinya.

Dua pada bagian kaki kiri dan satu pada bagian paha kaki kanan.

Abdullah Yahya (31) warga Desa Kutaraya, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan mencoba melarikan diri dan melawan petugas sehingga ditembak di kedua kakinya. Sabtu (21/11/2020)

Anggota Polres Pangkalpinang, berhasil membawa pelaku, di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/11/2020)
Anggota Polres Pangkalpinang, berhasil membawa pelaku, di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/11/2020) (Bangkapos.com/Yuranda)

Tim Gabungan terdiri dari Tim Naga Polres Pangkalpinang bekerjasama dengan Jatanras Polda Sumsel, dan Buser Polres Ogan Komering Ilir (OKI) dan Polsek Padamara Timur.

Ayu (29) janda muda merupakan korban pemburuh sadis yang dimasukan ke dalam karung di Penginapan Dewi Residen II Kacangpedang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020) berhasil diringkus Kepolisian.

Modus Pelaku Terkuak

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra mengatakan Tim Gabungan Berhasil menangkap pelaku pembunuh yang sangat sadis di Desa Geronggang, Kecamatan Padamara Timur, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Kamis (19/11/2020).

"Pembunuhan itu dilakukan di Penginapan Dewi Resident II,  Kacangpedang, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Dia berpura-pura mengaku sebagai Karyawan Bank dan pelaku berjanji untuk menikahi korban," kata Adi Putra, Sabtu (21/11/2020)  di Bandarah Depati Amir Kota Pangkalpinang.

Kata Adi, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Pangkalpinang untuk dilakukann penyelidikan lebih lanjut.

"Nanti kami akan bawa ke Polres Pangkalpinang dan masih dilakukan penyelidikan," ucapnya

Pelaku merayu korban dan berpura-pura sebagai Karyawan Bank. Sehingga korban terlena dan sempat ada kedekatan antara keduanya.

"Pelaku juga ini ingin menguasai barang korban, karena korban berteriak pelaku langsung membunuhnya. Pelaku langsung melarikan diri setelah membunuh korban," jelasnya.

Diduga pelaku Yahya ingin melarikan diri dan melawan petugas, karena mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan, pelaku langsung diberikan tindakan tegas terukur di kaki kanan dan kiri.

LIVE STREAMING Terduga Pembunuh Ayu Tiba di Pangkalpinang:

Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat

Tim Gabungan Polres Pangkalpinang, dibantu Polda Bangka Belitung dan dibackup oleh Polda Sumsel dan Polres Ogan Komering Ilir (OKI), berhasil menangkap Yahya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (19/11/2020).

Setelah ditangkap pelaku langsung di bawah ke Mapolres OKI. Ia sempat kabur dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu berhasil ditangkap.

Pelaku sempat melarikan diri selama satu minggu di beberapa wilayah di Sumatera Selatan.

Setelah peristiwa pemburuh yang diduga dilakukan oleh Yahya. Kejadian tersebut sempat menghebohkan masyarakat kota Pangkalpinang.

Tim Naga Polres Pangkalpinang yang dipimpin oleh AKP Adi Putra, menjemput pelaku dari OKI, untuk di bawahkan ke Mapolres Pangkalpinang, Polda Bangka Belitung guna mempertanggungjawabkan.

Keluarga merasa bersyukur, pelaku pembunuh Ayu (29) yang ditemukan di dalam karung di Penginapan Dewi Residen II Kacangpedang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020) telah tertangkap.

Ita kakak Ayu mengatakan mereka sudah mendapatkan informasi dari teman teman di media sosial Facebook, dan WhatsApp. Jika pelaku tersebut benar sudah tertangkap, keluarga minta hukum seberat-beratnya.

"Udah dapat kabar, sudah ketangkap. Cuma dapat kabar WA, dari kepolisian belum ada kabar," kata Ita, dikediamannya, Kamis (19/11/2020) malam

"Alhamdulillah atas kerja kepolisian dan berterima kasih telah menangkap pelaku, karena kami sangat menunggu pelaku tertangkap. Kami ikhlas kepergian Ayu, tapi kami mau pelakunya tertangkap," sambung Ita.

Asi (53) mengharapkan pelaku di hukum seberat-beratnya. Jika pelaku sudah ditangkap. Pihak keluarga menyerahkan hal ini kepolisian agar mengungkapkan perkara ini.

"Pelaku saya harap dihukum seberat-beratnya," ujar Asi

Berikut Bangkapos.com merangkum fakta baru Abdullah Yahya (32) pelaku pembunuhan mayat dalam karung di penginapan:

1. Korban Ayu Disekap dan Diinjak

Aparat Kepolisian Polres Pangkalpinang mengungkapkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pembunuhan Ayu (29) yang ditemukan di dalam karung, di Penginapan Dewi Resident II, Kacangpedang, Kota Pangkalpinang. Sabtu (14/11/2020) lalu.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui pelaku sengaja membunuh korban, setelah dibunuh, pelaku memasukkan korban kedalam karung.

“itu diperkirakan terjadi, hari Selasa (10/11/2020) dari hasil autopsi. Dari hasil autopsi korban, adanya kekerasan beberapa rusuk korban patah. Korban dalam keadaan tersekap. Artinya korban yang memakai jilbab sehingga lilitan jilbab itu masih melekat,” kata AKP Adi Putra.

Setelah korban disekap dan diinjak oleh pelaku di dalam kamar dan ruang tengah, korban meninggal. Setelah itu pelaku langsung ke belakang mencari karung dan memasukan korban ke dalam karung.

Hal ini disampaikan oleh para saksi, karena mereka melihat pelaku masuk ke kamar bersama korban.

“Para saksi juga melihat pelaku mengambil karung dan ditunjukan kepada saksi bahwa benar karung tersebut yang diambil pelaku,” jelasnya.

2. Bakar Dokumen Pribadi

Saksi juga melihat bahwa pelaku membakar dokumen pribadi korban, berserta dompet untuk menghilangkan jejak korban.

Namun Abdullah Yahya merampas motor Honda Beat Pop BN 4578 PC milik Ayu.

“Setelah hal tersebut dilakukan oleh pelaku, lalu pelaku meninggalkan Kota Pangkalpinang untuk melarikan diri,” kata Adi.

3. Lokasi Pelarian Abdullah Yahya

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra membeberkan setelah Abdullah Yahya melakukan pembunuhan terhadap Ayu. Satu hari setelah pembunuhan, pelaku sudah berada di Kabupaten Komering Ilir (OKI).

Polisi mendapat informasi Abdullah Yahya berada di ujung OKI, ia sudah menggadaikan motor milik Ayu dan mengantongi uang sebesar Rp 3 juta, hasil gadai motor itu.

“Rencananya pelaku akan pergi ke Pelabuhan Bakauheni,  Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan dan melanjutkan ke Pulau Jawa. Itu informasi kami dapatkan setelah mengamankan barang bukti berupa motor,” jelasnya

4. Pernah Datang ke Rumah

Abdullah Yahya pernah datang ke rumah pada malam minggu sebelum Ayu ditemukan meninggal.

"Malam minggu pernah datang laki-laki itu, Hari Minggu mereka ke pantai Kuala, Jembatan Emas, Pangkalpinang," katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pangkapinang AKP Adi Putra mengatakan keterangan resmi dari Polres Pangkalpinang.

Sehingga lebih jelas tentang penangkapan pelaku .

"Nanti menunggu keterangan resmi dari Polres Pangkalpinang, situasi saat ini jangan sampai menghambat penyidikan Polres Pangkalpinang," Kata AKP Adi Putra.

Temuan Mayat dalam Karung di Penginapan Kacang Pedang Pangkalpinang
Temuan Mayat dalam Karung di Penginapan Kacang Pedang Pangkalpinang (Kolase Bangka Pos)

Kronologi 

1. Mayat Ditemukan Penjaga Penginapan

Mayat dalam karung pertama kali ditemukan oleh Kustanto seorang penjaga penginapan yang mulanya mencium bau menyengat dari karung berwarna putih.

Setelah dibuka ternyata memang benar aroma menyengat dari karung itu berisi mayat.

"Saya awalnya mau bersih-bersih, lalu ke arah belakang penginapan dan melihat karung," kata Kustanto yang baru empat hari kerja sebagai penjaga penginapan Dewi Residen II di Kacang Pedang.

Wajah Kustanto terlihat pucat saat menjelaskan kronologis menemukan mayat di dalam karung pukul 09.00 pagi.

"Saya baru di sini, kemarin saya cuma bersih-bersih di area depan saja. Tetapi ketika mau jemur baju tadi di belakang, ada karung. Saya juga tidak mengira itu mayat, karena mencium baunya saya pun membuka isinya," kata Kustanto saat ditemui bangkapos.com, Sabtu (14/11/2020).

Pria berbaju merah ini pun terkejut setelah melihat isi karung, terlihat ada bagian kaki manusia, ia pun langsung menghubungi pemilik penginapan.

2. Lokasi Mayat di Belakang Kamar Nomor 11

Ketika berniat membersihkan halaman, Kustanto menemukan karung isi mayat di belakang kamar penginapan paling pojok di bagian luar atau halaman belakang.

Pria berusia 35 tahun itu mengatakan mayat ditemukan di belakang kamar penginapan nomor 11.

"Saya empat hari kerja di sini, tidak ada yang aneh. Kebetulan saya memang belum pernah bersih-bersih di kamar 11. Semoga dari penemuan ini terungkap identitas korban, supaya tahu keluarganya," kata Purtanto.

Laki-laki asal Lampung ini mengisahkan, dari 11 kamar hanya beberapa saja yang diisi pengunjung selama empat hari ini.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra mengatakan dari keterangan resepsionis penginapan bahwa kamar no 11 sudah kosong sejak empat hari yang lalu (10/11/2020).

"Ada mantan pegawainya di sini yang sering pakai tempat itu, ini sedang kami dalami,"tuturnya.

3. Kondisi Mayat Busuk 

Mayat ditemukan dalam posisi tertelungkup dimasukan ke dalam karung besar sekitar 50 Kilogram.

"Baunya minta ampun, busuk dan menyengat. Besar kelihatannya di dalam karung," kata seorang warga di kawasan Penginapan Dewi Residen C, Kacangpedang, Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020).

Itulah reaksi warga ketika melihat mayat di dalam karung di belakang penginapan tersebut.

Sementara Tina istri Ketua RT 06 Kacang Pedang mengatakan, dua perempuan tergopoh-gopoh mendatangi rumahnya.

"Perempuan itu manggil suami saya, katanya ada mayat. Suami waktu itu mau salat, saya sampai gemetaran," ungkap Tina.

Dua perempuan itu menyebutkan ada mayat di dalam karung. Kejadian itu, menurut Tina dilaporkan sekitar pukul 11.30 WIB.

Tina yang dalam kondisi gemetaran diminta oleh suaminya untuk mengabarkan kejadian itu kepada Ketua RW setempat.

"Setelah itu suami saya melapor ke lurah dan polisi," kata Tina.

Tina melanjutkan, warga berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian ikut bersama dirinya.

Tidak lama kemudian, aparat kepolisian dari Polres Pangkalpinang dan melakukan identifikasi.

4. Janda Kerabut 

Akhirnya terkuak identitas mayat dalam karung yang ditemukan di Penginapan Dewi Residen II Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sesuai dugaan polisi, mayat dalam karung itu berjenis kelamin perempuan berusia 27 tahun.

Titik terang soal identitas korban ini terungkap setelah keluarga korban mendatangi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020).

Isak tangis seorang wanita bernama Ita terdengar dari ruang autopsi jenazah.

Ita merupakan kakak Ayu (27) korban mayat dalam karung yang diperkirakan sudah meninggal tiga hari lalu.

Saat mayat diperiksa, Ita dan saudaranya menangis histeris dan berteriak seakan tak percaya bahwa adiknya Ayu telah tiada.

Ita yang memakai baju kaos berwarna merah tampak duduk dan meratapi kepergian adiknya.

Menurut keterangan Ita, korban sebelumnya pamit pergi dan membawa motor Beat Pop bewarna hitam.

"Sebelumnya dia (Ayu) pergi membawa motor Beat Pop bewarna hitam," ujar Ita Sabtu sore (13/11/2020).

"Dia memakai celana bewarna hitam Levis, baju biru dongker dan berjilbab," lanjutnya.

Diakui Ita, terakhir aktif handphone korban pukul 18.00 WIB dan tidak seperti biasanya handphone korban tidak aktif.

"Terakhir aktif nomor handphone Selasa (10/11/2020) jam 18.00 sore. Tidak biasa handphone dia tidak aktif," katanya.

Korban Ayu berstatus janda yang tinggal di Kerabut Pangkalpinang bersama ibunya.

Ita menyebutkan sebelumnya korban mempunyai rencana mencari kontrakan untuk teman lelaki.

5. Sudah Tiga Hari Meninggal 

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra mengatakan pihaknya akan melakukan visum terhadap mayat yang ditemukan dalam karung di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

"Kita masih lakukan visum di rumah sakit umum, dugaan sementara ini mayat tersebut meninggal sudah sekitar tiga hari yang lalu," kata AKP Adi Putra, Sabtu (14/11/2020)

6. Diduga Dibunuh

Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah mengatakan mayat di dalam karung bernama Ayu  ditemukan di Penginapan Dewi Residen II Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/11/2020) diduga dibunuh.

Pihak Kepolisian menemukan beberapa bercak darah di lantai dalam kamar. bercak tersebut diambil sebagai sampel untuk ditindaklanjuti.

Hingga kini penyidik masih bekerja melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Iya tapi masih dugaan. Kita masih menunggu hasil autopsi dari tim dokter di rumah sakit nanti," Kata AKBP Tris Lesmana Zeviansyah saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Sabtu (14/11/2020)

7. Driver Ojek Online

Korban Ayu, sosok mayat dalam karung yang ditemukan di penginapan Dewi Residen II Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang ternyata bekerja sebagai driver ojek online (ojol).

Unit Reaksi Cepat Driver Online Pangkalpinang (URC-PGK) mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh pelaku pembunuh Ayu (27) yang merupakan rekan sesama pengemudi ojek online.

"Intinya kami sesama driver ojol mengutuk keras tindakan pelaku yang biadab diluar kemanusiaan, walaupun sampai saat ini motif pembunuhannya belum diketahui," kata Ketua PLT URC-PGK, Revi Setiawan, Sabtu (14/11/2020) malam.

Hal ini menjadi keprihatinan teman-teman ojol, mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan segera menangkap pelaku pembunuh itu.

"Kami percaya polisi bertindak profesional dan menuntut agar pelaku saat tertangkap. Dijerat hukuman seberat-beratnya, karena ini ada indikasi pembunuhan berencana dengan motif yang di luar kewajaran, apalagi penemuannya dalam karung," Tambangnya.

Tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat ini akan menggelar aksi solidaritas untuk keluarga korban. Aksi itu akan mereka lakukan dengan turun ke jalan.

"Untuk waktu dan tempatnya masih kita bahas masih diskusikan, berencana untuk melakukan aksi dalam waktu dekat. Aksi solidaritas itu tergabung di tiga komunikasi ojol di Pangkalpinang, diantaranya URC-PGK, GDST, Garuda.," katanya 

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved