Breaking News:

Berita Sungailiat

Terungkap Mayat yang Ditemukan dalam Selokan Ternyata Warga Baturusa , Ini Identitas Korban

Penemuan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi tenggelam dalam air selokan (bandar) di samping Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Terungkap Mayat yang Ditemukan dalam Selokan Ternyata Warga Baturusa , Ini Identitas Korban
ist
Warga ramai melihat penemuan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi tenggelam dalam air selokan (bandar) di samping Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang tepatnya di pinggir jalan depan Hotel Banyumas Pal 9 Desa Baturusa Kecamatan Merawang, Minggu (22/11/2020)

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penemuan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi tenggelam dalam air selokan (bandar) di samping Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang tepatnya di pinggir jalan depan Hotel Banyumas Pal 9 Desa Baturusa Kecamatan Merawang, Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 17.30 WIB diketahui bernama Richard Adam Permana (12), putra dari Dede Ilham, warga Jalan SD 02 Desa Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Berdasarkan keterangan saksi, Eska  yang menemukan mayat mengungkapkan  peristiwa ini terjadi kemungkinan saat korban hendak buang air kecil.

"Kondisi korban pada saat ditemukan sudah tergeletak di dalam selokan, melihat hal ini saya langsung menyetop kendaraan yang lewat dan tidak lama kemudian datang anggota dan Kapolsek Merawang untuk mendatangi tempat kejadian tersebut," kata Eska. 

Sementara saksi lainnya, Oji yang juga paman korban mengatakan korban sebelum ditemukan tergeletak di dalam selokan berada di rumah neneknya di Dusun Pal 9 Desa Pagarawan.

"Korban meninggalkan rumah neneknya yang berada di Pal 9 Desa Pagarawan pada hari Sabtu tanggal 21 November 2020 sekitar pukul 15.00 WIB, namun korban tidak kembali ke rumahnya sampai sekarang hingga ditemukan tenggelam di selokan," kata Oji.

Menurutnya pihak keluarga korban telah melakukan pencarian sejak hari Sabtu (21/11/2020) sore hingga malam tetapi korban tidak ditemukan dimana keberadaannya.

Sedangkan Dede, ayah korban mengatakan kalau korban mengidap penyakit bawaan epilepsi sejak lahir dan sering kambuh belakangan ini.

"Korban memang sering berjalan kaki antara rumah kami di Desa Baturusa ke rumah neneknya di Pal 9 Desa Pagarawan," ungkapnya.

Kesimpulan sementara

Berdasarkan hasil pemeriksaan  pihak RSUP Babel dr Yoke diketahui kondisi sekujur tubuh korban tidak ditemukan adanya kekerasan fisik, maupun memar luka akibat kekerasan.

Analisa sementara dari RSUP, sebelum masuk ke selokan penyakit korban kambuh dilihat dari kedua tangan korban yang mengenggam dengan kuat.

Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi mengingat korban memang mengidap sakit epilepsi dan tidak ditemukan adanya kekerasan di tubuh korban.

Kapolsek Merawang Iptu Alief RB Aji saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Korban usai ditemukan dibawa ke RSUP Babel di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang dan saat ini sudah diurus dan dibawa pihak keluarganya ke rumahnya," kata Alief.

( Bangkapos.com / Edwardi )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved