Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Total Dana BOS Tahun 2020 Pangkalpinang Rp 30 Miliar, Bisa untuk Persiapan Buka Sekolah Tahun 2021

Eddy Supriadi, mengatakan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 salah satunya untuk memenuhi kebutuhan protokol kesehatan.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi, mengatakan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 salah satunya untuk memenuhi kebutuhan protokol kesehatan menyambut sekolah tahun 2021 dengan pembelajaran tatap muka.

"Intinya salah satunya untuk memenuhi kebutuhan sekolah tahun depan untuk kebutuhan pemenuhan protokol kesehatan, karena tahun depan inshaallah kita akan membuka sekolah dengan pembelajaran tatap muka," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Selasa (24/11/2020)

Tak hanya itu, menurutnya dana BOS juga bisa digunakan untuk ketenagaan, dan pemenuhan pembelajaran.

Dia juga menyebutkan, pencairan dana BOS tahap ketiga gelombang kedua juga sudah diterima.

"Sekarang dana BOS sudah lebih fleksibel, otoritas ada pada kepala sekolah, pasti ada musyawarah dulu apa kebutuhan di sekolah jadi orientasinya lebih fleksibel diberi keleluasan kepada kepala sekolah untuk menetukan masing-maeing kebutuhan," jelas Eddy.

Menurutnya, keseluruhan dana BOS Kota Pangkalpinang tahun 2020 sekitar Rp 30 Miliar.

Eddy menjelaskan, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga dapat digunakan untuk beli kuota internet demi meringankan beban orang tua dan siswa.

Lebih lanjut kata Eddy, banyak siswa yang saat ini mengalami kesulitan belajar daring karena kerap tak mempunyai kuota internet.

"Namun penggunaannya dapat disesuaikan masing-masing sekolah, dengan porsi anggaran  yang ada jadi mereka bisa menggunakan itu untuk pembelian pulsa data internet untuk pembelajaran," jelasnya

Diakuinya, tidak semua orang tua mampu menyediakan paket internet untuk anaknya belajar di rumah. Terlebih, kondisi perekonomian saat ini tengah terpuruk imbas pandemi Covid-19.

"Ini menjadi persoalan baru, karena sekarang masyarakat itu susah ekonominya. Tidak semua orang tua mampu membelikan paket internet yang ada tuntutan daring sekolah anaknya dan harus beli paket setiap hari," ungkap Eddy.

Kata Eddy, paket tersebut akan diberikan setiap bulan, namun yang lebih dipentingkan untuk para pelajar yang nantinya akan menghadapi Ujian Nasional (UN).

"Kan saat ini sudah banyak operator yang menyedia paket data yang banyak jumlahnya dengan harga yang cukup murah, nah yang lebih kita pentingkan untuk para pelajar kifa yang duduk di kelas 6 SD dan kelas 3 SMP, karena mereka bakal mengahadapi ujian nasional nantinya," jelasnya

Menurut Eddy, hal tersebut tidak akan keberatan dilakukan oleh seluruh sekolah sebab saat ini kegiatan kesiswaan tidak ada, maka dana baiknya dikucurkan untuk bantuan kuota internet saja.

( Bangkapos.com / Andini Dwi Hasanah )

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved