Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Siti Aisyah Guru Honorer, Jualan Kue Demi Penuhi Kebutuhan Hidup, Berharap Ada Tunjangan Hari Tua

Siti Aisyah Guru Honorer Ini Juga Ingin Ada Tunjangan Hari Tua, Sambil Jualan Kue Untuk Penuhi Kebutuhan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Siti Aisyah Guru Honorer 

Tak mungkin hanya mengharapkan gaji menjadi seorang guru honorer saja karena tak cukup memenuhi kebutuhannya sehari-hari, sedangkan sang suami hanya menjadi buruh harian.

Siti Aisyah pun terpaksa harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, dia harus berjualan kue yang dititipkan di warung-warung kecil hingga mengajar anak-anak mengaji yang datang langsung ke rumahnya.

"Kalau hanya ngandalin gaji honorer mana cukup, jadi terpaksa jualan kue, pempek, nitip di warung-warung, di kantin sekolah lumayan untuk tambah-tambah makan, dan kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Baca juga: Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Nilai Guru Tak Hanya Sekedar Profesi

Baca juga: Kadindikbud Kota Pangkalpinang Nilai Peran Guru di Masa Pandemi Covid-19 Sangat Luar Biasa

Baca juga: Spesial Hari Guru, Toko Buku Gramedia Beri Diskon 25 Persen Khusus Buku Terbitan Gramedia

Baca juga: Satu Juta Guru Honorer Akan Diangkat Jadi PPPK dan Terima Tunjangan Rp 4 Juta, Begini Syaratnya

Namun saat ini ia tak lagi muda, tangannya tak lagi mampu untuk membuat kue yang banyak untuk dijual, jadi saat ini hanya mengajarkan ngaji dan mengajar private anak-anak saja yang datang langsung kerumahnya.

"Alhamdulillah sejak jamannya Pak Wali Kota Molen ini kita guru honorer dibayarkan dengan APBD jadi sudah lumayan sedikit terbantu dengan gaji sebesar Rp 2.250.000. Dulunya hanya Rp 750.000 cukup kemana kalau tidak jualan kue," sebut Siti Aisyah.

Meski demikian, dirinya tetap ikhlas menjalani profesi sebagai guru, karena dia yakin rezeki yang diberikan Allah SWT tak akan salah.

"Syukurilah rezeki honorer ini, rezeki Allah bisa ngatur jangan pernah takut, kalau kekurangan sudah pasti tapi syukuri saja lah," ungkap Siti Aisyah.

Apalagi saat ini ia harus dipaksakan melek internet, mengajar anak-anak didiknya dengan smartphone yang sebelumnya ia tak tahu cara penggunaannya.

Beberapa kali kerap salah, ia lagi-lagi harus minta bimbingan anaknya untuk menggunakan gadget agar bisa memberikan tugas dengan siswa-siswi.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved