Breaking News:

Mayat Dalam Karung

UPDATE Kasus Mayat Dalam Karung, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis hingga Terancam Hukuman MatI

Hasil sementara penyidikan kami, sudah memenuhi unsur pidananya ada 2 pasal berlapis yang

Bangkapos.com/Yuranda
Anggota Polres Pangkalpinang, saat membawa pelaku pembunuhan Ayu, di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/11/2020) 

"Jadi pelaku ini ada rangkaiannya dengan bujuk rayunya sehingga korban terlena. Pelaku ini pintar," ucapnya.

Pada saat disergap, pelaku mencoba melawan sehingga Tim Gabungan lakukan penindakan tegas dan terukur.

Sementara barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku Abdullah Yahya berupa satu unit sepeda motor yang tengah dalam perjalanan ke Bangka Belitung.

Motor tersebut sempat dijual, oleh pelaku.

Dihantui Wajah Korban

Sebelum tertangkap, Abdullah Yahya (32) mengaku merasa dihantui perasaan bersalah.

Kemana pun dirinya berlari seolah-olah, wajah korban selalu hadir di setiap waktu.

"Karena saya membunuh korban, korban melihat saya sebelum dia tewas. Saya terbayang wajah korban setiap bangun tidur dan dihantui, " kata Abdullah Yahya pada wartawan sebelum jumpa pers di Polres Pangkalpinang, Kamis (23/11/2020).

Ia juga mengaku sebagai pegawai bank dengan pengasilan besar untuk meyakinkan korban.

Selama pelarian hasil-hasil kejahatan pelaku berupa penjualan HP dan Motor digunakan untuk membiayai hidup selama pelarian.

"Biaya hidup selama pelarian dan saya juga menggunakan uang tersebut untuk beli sabu-sabu," kata Yahya.

Yahya mengeksekusi korban, di atas kasur di penginapan Dewi Residence II Kacangpendang, Kota Pangkapinang, dengan menggunakan bantal, sampai korban meninggal dunia.

"Iya, sebelum peristiwa itu terjadi, saya bersama korban duduk di kamar penginapan tersebut, awalnya hanya ngobrol-ngobrol biasa," ujar Yahya.

Pelaku dan korban sempat cekcokan dan rebutan handphone milik korban. Pelaku mengambil HP milik korban untuk dijual oleh pelalu.

"Korban meminta handphonenya kepada saya, saya bilang ini HP mau dijual, sontak korban berteriak tolong-tolong hingga langsung saya bekap menggunakan batal hingga tewas. Sedangkan dengkul kaki saya menekan dada korban," jelasnya Yahya.

Diakuinya tujuan memasukan jenazah korban kedalam karung, agar jenazah tidak terlihat orang dan serta tidak mudah bau.

Kapolres Pangkalpinang Beri Imbauan

Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah mengimbau kepada masyarakat khususnya kota Pangkalpinang agar berhati-hati kepada orang yang belum dikenal.

Tris menegaskan, jangan mudah percaya kepada bujuk rayu, orang yang belum dikenal, apalagi melalui media sosial aplikasi komunikasi, seperti ini.

"Masyarakat mohon berhati-hati kepada orang yang belum dikenal secara jelas, jangan mudah percaya kepada bujuk rayu. Apalagi melalui jaringan komunikasi melalui aplikasi," imbau AKBP Tris Lesmana Zeviansyah.

Menurut Tris, bujuk rayu yang dikeluarkan oleh orang yang belum dikenal akan menjadi dampak buruk terhadap diri sendiri, yang mungkin harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

"Kepada masyarakat harap berhati-hatin dan banyak korban yang diawali jalur komunikasi melalui aplikasi, seperti ini. Jadi tolong kepada masyarakat kita agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian," tegasnya.(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved