Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Menteri Nadiem Angkat Guru Honorer Jadi ASN, Plt Ketua DPRD Babel Pertanyakan Nasib Guru Usia Lanjut

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengumumkan rencana seleksi guru PPPK tahun 2021 mendatang.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Plt Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengumumkan rencana seleksi guru PPPK tahun 2021 mendatang.

Nadiem menyatakan, guru honorer bisa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Kemendikbud memberikan kesempatan bagi 1 juta guru honorer menjadi ASN lewat skema PPPK dan proses seleksi akan dilakukan mulai tahun 2021.

Rekrutmen terbuka untuk semua guru honorer di sekolah negeri dan swasta yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan.

Terkait dengan kebijakan tersebut, Plt Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi  memeprtanyakan nasib guru honor yang sudah tua, dan tidak memungkinkan menjadi PNS, apakah masih mendapatkan peluang untuk menjadi PPPK.

"Tentunya aspirasi tersebut telah disampaikan baik ke DPRD daerah dan kota dan pemerintah provinsi tingkat nasional perosoalan usia bagi honorer guru yang usia telah di atas kebijakan pengangkatan PPPK," kata Amri Cahyadi kepada Bangkapos.com, Kamis (26/11/2020) di ruang kerjanya.

Politisi PPP ini, mengharapkan pemerintah pusat mempertimbangkan terkait faktor usia terutama usia lanjut.

"Berharap pemerintah pusat membuat dalam peraturan pemerintah, mempertimbangkan usia yang lebih lanjut. Dengan kriteria lama ia bertugas artinya disesuaikan dengan usia surat keteranganya (SK). Mereka selaku tenaga honorer guru dilihat dari SK dari kepala sekolah, dinas atau kepala daerah," ingatnya.

Dia menegaskan guru honorer yang telah lama mengabdi ini sangat berjasa sehingha dianggap perlu untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kita menyayangkan bila tidak melihat usia, karena mereka ini berjasa untuk mendukung pembanguann manusia di Babel. Khususnya membantu kegiatan pendidikan jangan sampai termajinalkan aturan, tidak memihak kepada mereka, perlu mengkaji kembali. Menerapkan aturan, untuk membantu teman-teman guru yang sudah lama berkiprah, tetapi karena faktor usia membatasi mereka,"harap Amri.

( Bangkapos.com / Riki Pratama )

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved