Breaking News:

Penanganan Covid 19

Satgas Penanganan Covid-19 Pantau Pilkada Cegah Penularan Corona

Satgas Penanganan Covid-19 menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (18/8/2020). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Polri, dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Termasuk, Satgas Penanganan Covid-19 pun menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pihaknya selalu memantau perkembangan zonasi dari 319 kabupaten/kota yang akan melakukan kegiatan pilkada sebagai dasar pelaksaanaan kegiatan.

"Upaya pencegahan lain yang dilakukan ialah merancang peraturan tahapan pemilihan serentak, agar tidak memperbesar peluang penularan Covid-19," jelas Wiku saat menjawab pertanyaan media di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (24/11/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Sampai saat ini, berbagai pelaporan pelanggaran maupun hasil evaluasi simulasi Pilkada menjadi bahan perbaikan kedepannya.

Baca juga: Cara Agar Anak-anak Menjalankan Protokol Kesehatan 3 M di Masa Pandemi Covid-19

Salah satu bukti respon pemerintah dan adaftif terhadap perkembangan yang ada, yaiu perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 menjadi PKPU Nomor 13, maupun Satgas Covid-19 yang terus memfasilitasi penyediaan alat testing untuk keperluan screening.

Masih menjawab pertanyaan media, Satgas Penanganan Covid-19 pusat dan daerah selalu berkoordinasi ketika terjadi kerumunan seperti demonstrasi terkait Undang-Undang Cipta Kerja.

Satgas daerah juga secara aktif melakukan tes screening, baik kepada pedemo yang diamankan, serta petugas pengamanan.

"Tidak berhenti pada upaya screening, bagi demonstran yang reaktif, dilanjutkan dengan testing untuk diagnostik dan isolasi atau perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara daerah setempat," kata Wiku.

Berdasarkan laporan dalam rapat koordinasi mingguan, dinas kesehatan yang daerahnya terjadi kerumunan sedang melakukan penjaringan, baik testing (pemeriksaan) maupun tracing (pelacakan) dan masih terus berlanjut.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved