Breaking News:

Bangka Barat Terima DIPA dan TKDD Rp 730 Miliar

Pjs Bupati Bangka Barat Drs Sahirman Djumli M. Si didampingi Asisten Administrasi dan Umum Ir. Herzon menerima Daftar Isian Pelaksanaan

Editor: Fery Laskari
Stefan Lopis (Diskominfo Bangka Barat)
Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyerahkan daftar alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa 2021 kepada Pjs Bupati Babar Sahirman Djumli 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pjs Bupati Bangka Barat Drs Sahirman Djumli MSi didampingi Asisten Administrasi dan Umum Ir Herzon menerima daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan daftar alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) 2021, total Rp 730 miliar.

DIPA dan TKDD 2021 untuk Pemkab Bangka Barat ini diserahkan Gubernur Erzaldi Rosman didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fahma Sari Fatma di Ruang Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur, Kamis (26/11) kemarin.

Pjs Bupati Bangka Barat Sahirman Djumli didampingi Asisten Administrasi dan Umum Herzon saat menerima DIPA 2021, Kamis siang.
Pjs Bupati Bangka Barat Sahirman Djumli didampingi Asisten Administrasi dan Umum Herzon saat menerima DIPA 2021, Kamis siang. (Stefan Lopis (Diskominfo Bangka Barat))

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dalam sambutannya menyampaikan intruksi Presiden Joko Widodo, mempercepat penggunaan anggaran untuk pemulihan ekonomi.

Menurut Erzaldi sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi, fokus APBN tahun 2021 yakni pada penanganan kesehatan utamanya pada vaksinasi Covid-19, perlindungan sosial terutama bagi kelompok kurang mampu dan rentan.

"APBN sebagai penggerak utama saat ekonomi lesu, maka harus segera dimanfaatkan dan dibelanjakan seperti lelang sejak dini untuk gerakkan ekonomi di 2021. Dan bantuan sosial didistribusikan awal Januari agar masyarakat bisa belanja dan menggerakkan ekonomi lapisan bawah," kata Erzaldi.

Pada kesempatan ini Erzaldi juga berpesan kepada bupati/wali kota mempersiapkan program pembangunan dengan baik sehingga di awal tahun dapat segera dilakukan, selalu berhemat dengan mengurangi honorium kegiatan, biaya rapat, dan perjalanan dinas.

Selain itu juga melakukan pemantauan efektivitas kegiatan anggaran secara berkala, menghilangkan penyalahgunaan anggaran baik dalam bentuk pemborosan, mark-up, maupun perbuatan menyimpang lainnya.

"Mari kita gunakan anggaran ini sebaik-baiknya, saya mengajak penguna anggaran agar dapat menjaga amanah," ujarnya.

Foto bersama para bupati dan walikota se-Babel.
Foto bersama para bupati dan walikota se-Babel. (Stefan Lopis (Diskominfo Bangka Barat))

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Babel, Fahma Sari Fatma mengatakan total belanja negara 2021 yang disalurkan kepada provinsi dan kabupaten/kota di Babel mencapai Rp9.98 triliun. 

Alokasi dana tersebut dibagi atas belanja pada kementerian/lembaga tersebar pada 29 instansi vertikal dengan total jumlah 274 DIPA satuan kerja se-Babel. 

Adapun alokasi transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 6,89 triliun terdiri dari alokasi umum Rp 576,11 miliar, dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp819,53 miliar, DAK non fisik Rp803,34 miliar, dana insentif daerah Rp238,59 miliar dan dana desa Rp334,53 miliar. 

Pjs Bupati Bangka Barat Sahirman Djumli memastikan kucuran dana DIPA dan TKDD senilai Rp730 miliar yang dialokasikan untuk Bangka Barat akan dipergunakan sesuai intruksi pemerintah pusat dalam upaya penanganan dampak covid-19 termasuk pemulihan ekonomi yang kini lesu.

"Maka kawan-kawan di OPD perlu lebih banyak berkoordinasi, bersinergi sehingga proses penyerapan anggaran lebih baik dari tahun sebelumnya dengan pemanfaatan yang juga lebih efektif agar amanat dana DIPA ini dapat dimaksimalkan demi kesejahteraan masyarakat Bangka Barat," jelas Sahirman.

Sementara terkait alokasi dana desa sebagaimana diimbau Gubernur Erzaldi agar pemanfaatannya menggunakan swakelola serta difokuskan pada pengembangan BUMDES, Sahirman mengingatkan para Kades beserta perangkatnya untuk memenuhi aturan yang ada.

"Meski swakelola, aturan perlu dipatuhi, efektif dan efisien juga menjadi perhatian jangan sampai dana itu mubasir dan malah tidak sampai menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di desa itu," tegasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved