Breaking News:

Bukan Palestina, Apalagi China, Negara Ini Diduga Akan Digempur Trump di Akhir Pemerintahannya

Bukan Palestina, Apalagi China, Negara Ini Diduga Akan Digempur Trump di Akhir Pemerintahannya

REUTERS/Erik De Castro
Pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat di kapal induk Carl Vinson. 

Bukan Palestina, Apalagi China, Negara Ini Diduga Akan Digempur Trump di Akhir Pemerintahannya

BANGKAPOS.COM -- Dalam pekan ini, Amerika Serikat dengan cepat mengerahkan beberapa alat tempur pembom berat ke wilayah Timur Tengah.

Adapun hal tersebut dilakukan sebagai ancaman nyata bagi Iran, di tengah spekulasi yang berputar-putar bahwa Presiden AS Donald Trump berencana untuk mengambil tindakan militer terhadap Teheran sebelum Presiden terpilih Joe Biden menjabat.

Komando Pusat AS mengatakan pesawat-pesawat itu dikirim ke wilayah itu "untuk mencegah agresi dan meyakinkan mitra dan sekutu AS."

Dalam gerakan yang sangat tidak teratur, pesawat B-52H Stratofortress terlihat terbang menuju wilayah udara Israel pada hari Sabtu dalam perjalanan ke pangkalan di mana mereka akan ditempatkan, kemungkinan di Qatar.

Pesawat itu terlihat pada perangkat lunak pelacakan sipil yang mendekati Israel sebelum mereka mematikan transponder mereka, membuat mereka tidak terlihat pada aplikasi tersebut.

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Dinar Kuwait Jadi Mata Uang Termahal di Dunia, Bukan Dollar Atau Poundsterling

Baca juga: Marshanda Tak Segan Unggah Foto Pakai Bikini yang Menampilkan Stretch Mark di Perut, Masih Natural

Baca juga: Update Covid-19 Bangka Belitung Jumat (27/11/2020): 20 Kasus Baru, Meninggal 12 dan 795 Sembuh

Ini adalah ketiga kalinya dalam satu setengah tahun terakhir pembom B-52, yang mampu membawa senjata nuklir dan amunisi kuat lainnya, telah dikerahkan ke wilayah tersebut sebagai ancaman diam-diam ke Iran.

Pesawat-pesawat itu diperintahkan dalam waktu singkat untuk terbang ke Timur Tengah nonstop dari pangkalan mereka di North Dakota.

Itu dilakukan untuk mengisi bahan bakar di sepanjang jalan di udara.

Para pembom tersebut dalam misi tersebut didampingi oleh jet tempur F-15 dan F-16, serta pesawat pengisian bahan bakar KC-10 dan KC-135, kata Komando Pusat AS (CENTCOM).

Halaman
1234
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved