Breaking News:

Penanganan Covid 19

Inilah Kasus-kasus Kerumuman Massa yang Picu Klaster Baru Covid-19 di Indonesia

Satgas Penanganan Covid-19 membeberkan sejumlah kasus kerumunan di Indonesia yang menimbulkan klaster baru Covid-19.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berdiri di depan spanduk saat acara Gerakan Kampanye Masker Nasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2020). Acara ini dilakukan untuk peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker untuk pencegahan Covid-19 melalui gerakan membagi dan mengajak memakai masker. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Sejumlah kasus kerumunan massa ini memicu klaster baru penularan Covid-19 di Indonesia.

Kasus-kasus ini diungkapkan Satgas Penanganan Covid-19 sebagai bukti bahwa kerumuman massa rawan penularan virus corona.

Kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan terbukti berpotensi besar terjadinya bahaya penularan Covid-19.

Bahkan kegiatan kerumunan tersebut melahirkan klaster-klaster baru di berbagai daerah.

Hal ini menunjukkan bahaya penularan Covid-19 masih terjadi.

"Berdasarkan data nasional, terdapat berbagai kegiatan kerumunan yang berdampak pada timbulnya klaster penularan Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Kamis (26/11/2020) yang ditayangkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Rincian kasusnya, beberapa waktu lalu pada Sidang GPIB Sinode yang menghasilkan 24 kasus pada 5 provinsi.

Baca juga: Ini Sanksinya Jika Masyarakat Halangi Petugas Kesehatan Tangani Kasus Covid19

Klaster ini berawal dari kegiatan agama yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat, yang diikuti 685 peserta.

Yang berkembang dan menyebar ke provinsi lainnya yakni Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Lalu, klaster kegiatan Bisnis Tanpa Riba menghasilkan 24 kasus di 7 provinsi dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 3 orang atau case fatality rate kasus ini mencapai 12,5 persen.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved