Breaking News:

Berita Sungailiat

Jaksa Bantah Kriminalisasi, Warga Kenanga Mengadu ke Anggota DPR RI  

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari)  Bangka, Rizal membantah tudingan kalau kasus yang menjerat enam orang mantan

Editor: Fery Laskari
bangkapos.com/deddy marjaya
Ketua Komisi IV DPR RI Dedy Mulyadi berbincang dengan Warga Kenanga Kabupaten Bangka terkait masalah 6 warga yang jadi tersangka dan ditahan diduga akibat aksi menolak keberadaan pabrik tapioka yang menimbulkan bau Jumat (27/11/2020). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari)  Bangka, Rizal membantah tudingan kalau kasus yang menjerat enam orang mantan Ketua RT Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka yang ditahan saat ini, sebagai kasus kriminalisasi terhadap masyarakat.

" Soal tudingan kasus kriminalisasi itu kita tidak bisa menyebutkan seperti itu, karena perkara pidana yang dilakukan enam orang tersangka itu merupakan perkara pengembangan dari perkara gugatan class action yang dilakukan masyarakat ke Pengadilan Negeri Sungailiat yang keputusannya sudah ditolak PN Sungailiat. Ternyata dari keputusan itu ada masyarakat lain yang melaporkan masyarakat penggugat ke Penyidik Polres Bangka," kata Rizal yang ditemui Bangkapos.com, Jumat (27/11/2020) di kantornya.

Dilanjutkannya, laporan masyarakat ini selanjutnya diproses penyidik Polres Bangka dengan mengirimkan SPDP-nya ke Kejari Bangka. Setelah berkas lengkap atau P21 tahap dua lengkap sehingga para tersangka ditahan Kejari Bangka dan dititipkan di ruang tahanan Polres Bangka.

"Jadi tidak ada kriminalisasi dalam perkara ini , jadi proses hukum tetap dilanjutkan dan rencananya hari Senin nanti akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sungailiat ," tegas Rizal.

Sementara itu, setelah melakukan dialog di Kelurahan Kenanga, warga berencana mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Sungailiat Jumat (27/11/2020) siang. Mereka hendak berdialog sekaligus akan mengajukan penangguhan kepada enam Warga Kenanga yang jadi tahanan jaksa.

Menanggapi hal tersebut Kajari Bangka, Farid Gunawan saat dikonfirmasi mempersilahkan untuk datang.
"Silahkan datang gedung Kejari itukan juga punya rakyat apalagi maksudnya baik untuk berdialog silahkan saja, nanti akan ada penjelasan" kata Kajari, Farid Gunawan. 

Kajari mengaku telah memeriksa kesehatan enam warga (tersangka) tersebut dan tidak ada masalah. "Memang ada satu orang yang pernah jatuh di kamar mandi rumahnya, tapi saat diperiksa medis tidak ada masalah dan sudah sehat," kata Farid Gunawan.

Farid Gunawan juga mengatakan pihaknya tidak mengetahui kalau ada salah seeorang yang sedang hamil.
"Kita tidak tahu kalau memang sedang hamil, ya lampirkan lah surat tentang hal itu akan jadi pertimbangan kita," kata Farid Gunawan.

Mengenai keinginan warga Kenanga untuk mengajukan penangguhan Farid Gunawan mengatakan bahwa dia tidak bisa intervensi karena merupakan ranah penyidik. "Saya tidak bisa intervensi terkait ranah penyidik tapi silahkan saja kalau mau melakukan penangguhan," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Dirjen Gakkum KLH RI Rasio Ridho Sani serta Anggota Komisi IV DPR RI dipimpin Dedy Mulyadi yang sedang melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Bangka setelah mendapat informasi soal Polemik Warga Kenanga.

Rombongan ini mendatangi warga di Masjid Kenanga Jumat (27/11/2020). Respon Anggota DPR RI dari Komisi IV yang juga membidangi soal lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari Masyarakat Kenanga. Bahkan Dedy Mulyadi kaget mengetahui enam orang warga Kenaga yang ditahan ada yang sedang hamil dua bulan serta sakit stroke. "Masa Allah mudah mudahan kita bisa membantu dan juga mendatangi langsung perusahaaan yang dimaksud," kata Dedy Mulyadi.

Sedangkan warga didampingi oleh kuasa hukum mereka, Kombes Pol (Purnawirawan) H Zaidan memberikan penjelasan sekaligus meminta bantuan dan dukungan kepada Dedy Mulyadi. Bahkan Dedy Mulyadi serta Anggota Komisi III DPR RI lainnya sempat mencari nomor kontak Kajari Bangka untuk meminta penjelasan langsung. "Nanti akan kita hubungi, jika perlu kita datangi mereka," kata Dedy Mulyadi.(Bangkapos.com/Edwardi/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved