Breaking News:

Kasus Suap Ekspor Benih Lobster, KPK Duga Ada Pemberi Suap Lainnya, Bukan Hanya Calon Besan Bamsoet

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, pemberi suap pada kasus ekspor benih lobster bukan hanya Chairman PT Dua Putra Perkasa Suharjito.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, pemberi suap pada kasus ekspor benih lobster bukan hanya Chairman PT Dua Putra Perkasa Suharjito. 

BANGKAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, pemberi suap pada kasus ekspor benih lobster bukan hanya Chairman PT Dua Putra Perkasa Suharjito.

Sebagai informasi, Suharjito disebut-sebut adalah calon besan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Menurut KPK, Suharjito bukan satu-satunya eksportir benur atau benih lobster yang memberikan suap kepada Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan.

Terdapat sejumlah eksportir lainnya yang diduga turut memberikan suap agar dapat mulus mengirim benih lobster ke luar negeri.

Dugaan itu bukan tanpa alasan.

Berdasarkan penelusuran KPK sejauh ini, Suharjito yang disebut calon besan Ketua MPR Bambang Soesatyo baru memberikan suap sekitar Rp2 miliar, yakni sebesar Rp731 juta yang ditransfer ke rekening PT Aero Citra Kargo atas kegiatan ekspor benih lobster serta sebesar 100 ribu dolar AS yang diduga diberikan Suharjito kepada Edhy Prabowo melalui stafsusnya Safri dan seorang swasta Amiril Mukminin.

Sementara, KPK menduga di rekening PT ACK telah terkumpul setoran dari sejumlah perusahaan ekspor benur sebesar Rp9,8 miliar.

Baca juga: Dua OTT KPK Dalam Sepekan, Setelah Rombongan Edhy Prabowo Ditangkap, Kini Giliran Wali Kota Cimahi

Baca juga: Siapa Menteri KKP Setelah Edhy Prabowo Ditangkap KPK: Sandiaga Uno, Fadli Zon atau Susi Pudjiastuti?

Baca juga: Tak Hanya Edhy Prabowo yang Ditangkap, Sepeda ini juga Disita KPK, Harganya Rp 156 Juta ?

Uang itu kemudian ditarik dan dimasukkan ke rekening Amiril Mukminin dan Ahmad Bahtiar yang menjadi nominee atau dipinjam namanya oleh Edhy Prabowo dalam kepengurusan PT Aero Citra Kargo.

"Karena satu pemberi saja (Suharjito) polanya seperti ini dan dari rekening yang ada saja kan jumlahnya melebihi 1,5 (Rp1,5 miliar) tentunya akan ada pemberi-pemberi yang lain," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto lewat pesan singkat, Jumat (27/11/2020).

Untuk itu, Karyoto memastikan pihaknya akan terus mengusut dan mengembangkan kasus ini.

Halaman
12
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved