Rabu, 20 Mei 2026

KENALI Arti Huruf C, G dan M pada Alat Rapid Test

Tak banyak yang tahu arti huruf-huruf yang ada di alat rapid test. Ternyata, ini penjelasan sebenarnya

Tayang:
Penulis: Edy Yusmanto |
bangkapos.com
Pelaksaan Rapid Tes Covid 19 

BANGKAPOS.COM - PANDEMI corona memang masih melanda dunia.

Tak terasa sudah hampir delapan bulan covid19 membelenggu banyak langkah. 

Orang-orang sulit beraktivitas hingga mematikan sektor-sektor penting dalam kehidupan.

Perubahan perilaku pun terjadi.

Dari keseharian yang bisa bepergian tanpa masker kini wajib menggunakan masker.

Kemudian mencuci tangan dan menjaga jarak.

Semua itu terangkum jelas dan terus dikampanyekan sebagai protokol kesehatan. 

Ada satu cara yang dilakukan untuk mengetahui seseorang itu reaktif atau non reaktif terpapar virus corona.

Langkah ini disebut rapidtest.

Rapid test bisa dijadikan dasar untuk swap jika hasilnya reaktif.

Bangkapos.com mendapatkan kesempatan langsung melakukan rapid test

Pemimpin Redaksi Bangka Pos Group Ibnu Taufik Juwariyanto atau akrab disapa prof_ufi melakukan rapid test di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pangkalpinang di Pangkalbalam, Kamis (22/10/2020). 

Rapid tes dilakukan langsung oleh dr Bangun Cahyo yang merupakan Kepala KKP Pangkalpinang. 

Awalnya pasien akan diperiksa suhu tubuhnya.

Kemudian akan diminta untuk memberikan satu tetes darahnya menggunakan alat.

Darah ini kemudian diletakkan di alat rapid test

Tertulis jelas ada huruf C, G dan M. Sedangkan di atas alat tersebut tertera covid19: IgG/IgM.

Perlu diketahui, langkah ini dilakukan Ibnu karena keinginannya untuk pulang ke kampung halaman di Yogyakarta. 

Begini percakapan Juwariyanto dan dr Bangun sembari menjalani rapid test

Obrolan ini dirangkum dari video yang dibagikan kepada kami. 

"Kalau di C aja berarti non reaktif

kalau G atau M yang muncul berarti gak aman

Rapid ini efektif lo

Beberapa yang reaktif hasilnya swabnya juga positif

Tak puas sampai di situ, Juwariyanto pun bertanya kemungkin hasil yang keluar tidak C.

"C tu kontrol artinya setiap rapid harus muncul C

Kalau Cnya tidak muncul berarti dia invalid

Hasilnya tidak dipercaya dan harus diulang

C muncul artinya valid

Artinya alat ini bisa mendeteksi

Tinggal kode G sama M

Jangan sampai muncul

Kalau muncul berarti harus di swab

Meski mendapatkan hasil non reaktif, dr Bangun menyarankan Juwariyanto periksa ulang dua minggu lagi.

"Hasilnya non reaktif

Kalau non reaktif itu harus diulang lagi dua minggu lagi

Untuk memastikan dia terpapar atau tidak," kata dr Bangun.

Apa itu C, G dan M pada alat Rapid Test?

Bangkapos.com melansir health.grid.id menyebutkan Rapid test bekerja dengan mendeteksi immunoglobulin. Dalam hal ini, seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin, yang bisa dideteksi di darah.

Hasil rapid test dapat diketahui dalam waktu 15-20 menit dan bisa dilakukan dimana saja.

Kelemahannya, bisa menghasilkan 'false negative', yakni ketika hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif.

Hal itu Ini terjadi jika rapid tes dilakukan kurang dari 7 hari setelah terinfeksi.

Itu adalah rapid test import. Kita ketahui bersama, selama ini alat rapid test yag ada di Indonesia masih import.

Tapi Juli besok, kita sudah bisa membeli repid test buatan dalam negeri.

Kecepatan menunjukan hasilnya jauh lebih cepat. Harganya jah lebih murah dari yang import.

Rapid test ini dinamakan RI-GHA Covid-19. Nama itu singkatan dari Republik Indonesia-Gajahmada, Hepatika, Airlangga.

Jadi, melansir Kompas.com (27 Juni 2020), rapid test RI-GHA Covid-19 itu dibuat di laboratorium Hepatika Bumi Gora Mataram, Nusa Tenggara Barat, dua universitas ternama itu yang akan menguji validasi alat ini.

RI-GHA Covid-19 lahir di ruangan laboratorium berukuran 12x10 meter persegi, yang dikomandoi oleh Profesor Mulyanto, Kepala Laboraturium Hepatika Bumi Gora Mataram.

RI-GHA Covid-19 bentuknya sederhana, tetapi diyakini memiliki akurasi yang tinggi. "Bukan hanya itu, rapid test buatan kami ini murah dan harganya terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Kami mematok harga Rp 75.000 per paketnya. Dapat diandalkan dan tak kalah dengan alat-alat rapid test buatan luar negeri," kata Mulyanto, kepada Kompas.com di Laboraturium Hepatika Mataram, Senin (22/6/2020).

Harga jual RI-GHA Covid-19 sangat dimungkinkan untuk bisa lebih murah. Asal bahan baku pembuatan bisa diproduksi sendiri di dalam negeri. Saat ini sebagian bahan baku masih diimpor dari China.

Mulyanto berharap RI-GHA Covid-19 bisa digunakan masyarakat, sehingga memandang Covid-19 bukan hal yang menakutkan, tetapi minimal bisa bersahabat dengan virus itu.

Dia berharap berbagai inovasi lain akan lahir sebagai buah dari pelajaran menghadapi pandemi Covid-19. Menurut rencana RI-GHA Covid-19 akan ada dipasarkan secara bebas mulai Juli 2020.

Saat ini puluhan ribu paket RI-GHA Covid-19 sudah mulai dipesan oleh berbagai pihak.

Mengenai pebuatan RI-GHA Covid-19, menurut Mulyanto ketika Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menugaskan Mulyanto membuat rapid test.

"Karena kami sudah punya pengalaman membuat berbagai alat rapid test untuk hepatitis B, HIV Aids, DBD, tes kehamilan, tes urine, dan sekarang kami mendapat tugas dari Kemenristek melalui BPBT untuk membuat rapid test untuk Covid-19. Itu sekitar pertengahan April 2020 lalu, waktunya sangat singkat, tetapi karena kebetulan kami sudah biasa membuat rapid test, hingga kami membuat RI-GHA Covid19," kata Mulyanto

Selain murah, eunggulan rapid test RI-GHA Covid-19 adalah desainnya yang sederhana. Sehingga siapapun bisa melakukan rapid tes sendiri dengan cepat, karena dalam jangka waktu 15 menit kita sudah mendapatkan hasilnya.

KetuaTim Riset Laboratorium Hepatika yang juga terlibat dalam pembuatan rapid test RI-GHA, Dr Sulaiman Ngongu Depamede menjelaskan, rapid test ini tampak seperti rapid test pada umumnya.

Hanya saja di bagian atas terdapat tulisan huruf dan angka. Paling atas hurup C yang artinya control, kemudian ada angka 1 yang merupakan imunoglobulin G (IgG) dan angka 2 imunoglobulin M.

Dalam proses rapid test, dari darah yang diteteskan dan dicampurkan dengan tetesan atau cairan bufer, akan memproses reaksi setelah penetesan sampel darah atau sampel serum/plasma.

Dalam 15 menit hasilnya bisa langsung terlihat. Garis C (control) jika berwarna merah, merupakan tanda bahwa alat tersebut bekerja (tidak rusak). Jika menunjukkan angka 1 merah berarti pasien reaktif, tertular Covid-19 lebih dari delapan hari.

Sedangkan angka 2 merah berarti pasien/individu tersebut baru tertular sekitar 3-8 hari. "Jadi mengunakan RI-GHA Covid-19 kita bisa mengetahui kapan terpapar Covid-19," kata Sulaiman.

Dalam kesempatan itu Sulaiman juga menunjukkan langsung cara kerja RI-GHA Covid-19.

Pantauan Kompas.com dari ruang laboratorium yang diresmikan tahun 1987 itu, cara kerja RI-GHA Covid-19 terlihat jelas dan cepat. Dalam waktu 15 menit hasilnya langsung bisa terlihat.

Temuan rapid test ini adalah bagian dari upaya membangun kemandirian bangsa, terutama dalam bidang kesehatan.

Ada nilai yang mungkin tidak ternilai, di mana setelah ada Covid-19, mulai dari rakyat jelata, peneliti, dan ilmuan, bergerak ingin mengatasi wabah ini.

"Saya belum pernah lihat selama saya menjadi dokter 46 tahun silam, baru kali ini saya merasakan semangat bergerak semua mau mengatasi ini. Semangat yang sama luar biasanya, ini momen yang bagus agar kita bisa mandiri dari segala bidang dalam menghadapi Covid-19 yang juga dihadapi hampir seluruh negara di belahan bumi ini," ujar Mulyanto.

"Rasa nasionalisme itu begitu terlihat saat ini, saya merasakan itu. Bangga rasanya bisa memberikan yang kami bisa pada negeri ini, pada banyak umat manusia," kata Mulyanto menambahkan. (Bangkapos.com/Edy Yusmanto/health.grid.id)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved