Breaking News:

5 Mitos Salah Mengenai Masker dan Faktanya

Penelitian telah menunjukkan, bahwa masker kain mengurangi jumlah mikroorganisme yang dilepaskan seseorang ke udara.

Editor: suhendri
WARTA KOTA/Nur Icshan
Beragam corak dan warna masker kain ini ditawarkan penjualnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, seharga Rp 10 Ribu per pieces, Selasa (31/3/2020). Masker kain dengan harga terjangkau ini menjadi pilihan warga di tengah meroketnya harga masker kesehatan untuk mencegah serangan wabah Covid-10. 

BANGKAPOS.COM - Ada banyak perdebatan yang muncul terkait masker wajah.

Perdebatan ini muncul sejak Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan bahwa semua orang harus memakai masker wajah setiap keluar rumah untuk mengurangi penyebaran Covid-19

Masker wajah yang terbuat dari kain tidak sama dengan masker bedah atau masker respirator N95, yang digunakan oleh pekerja medis yang berisiko tinggi terpapar virus corona.

Meski demikian, tidak berarti masker kain tidak layak dipakai.

Aaron Hamilton, MD, meluruskan beberapa mitos salah yang beredar di masyarakat tentang masker wajah.

Mitos # 1: Mengenakan masker kain tidak ada gunanya.

Mengenakan masker wajah dari kain buatan sendiri adalah cara mudah yang dapat membantu melindungi orang lain di keluarga dan lingkungan sekitar.

Virus corona diperkirakan terutama disebarkan melalui tetesan virus yang keluar dari hidung atau mulut orang ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara.

Masker kain bertindak sebagai penghalang fisik untuk mencegah tetesan tersebut melayang ke udara, di mana orang lain bisa menghirupnya dan menjadi terinfeksi.

Penelitian telah menunjukkan, bahwa masker kain mengurangi jumlah mikroorganisme yang dilepaskan seseorang ke udara.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved