Breaking News:

Advertorial

Bangka Barat Berkomitmen Eliminasi Malaria, Paling Lambat Tahun 2023

Kabupaten Bangka Barat komitmen untuk mencapai eliminasi malaria paling lambat pada 2023

Stefan Lopis (Diskominfo Bangka Barat)
Pjs Bupati Bangka Barat Sahirman Jumli saat berbicara terkait upaya eliminasi malaria di dusun Jebu Laut Parittiga. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kabupaten Bangka Barat komitmen untuk mencapai eliminasi malaria paling lambat pada 2023 mendatang.

Pjs Bupati Bangka Barat Sahirman Jumli bahkan meminta agar upaya eliminasi atau bebas malaria di Bangka Barat dipercepat dari target melibatkan seluruh jajaran dengan lintas sektor pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat.

"Bangka Barat saat ini terus berusaha dengan komitmen kuat menurunkan angka kasus malaria dan tak ada lagi kasus transmisi lokal. Semoga sinergiitas seluruh elemen dengan mengedepankan prinsip pencegahan tidak sampai 2023 eleminasi Malaria di Bangka Barat dapat dicapai," kata Sahirman di dusun Jebu Laut desa Kelabat, Parittiga.

Sahirman berpendapat komitmen Bangka Barat bebas malaria ini harus didukung seluruh elemen termasuk kesadaran masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan GERMAS.

Sahirman menyebut faktor resiko paling dominan penyebab terjadinya malaria yakni mobilitas penduduk, pengobatan tak tuntas, hingga minimnya penggunaan kelambu.

"Kalau ini bisa diurai akan berdampak pada menurunnya angka kasus penyakit malaria," tambahnya.

Pemberian kelambu secara simbolis untuk masyarakat kecamatan Parittiga
Pemberian kelambu secara simbolis untuk masyarakat kecamatan Parittiga (Stefan Lopis (Diskominfo Bangka Barat))

Camat Parittiga Madirisa mengakui hanya Bangka Barat yang hingga kini belum mendapat sertifikat eliminasi malaria dibanding daerah lain di Babel.

Seperti diketahui, pada awal tahun 2020 lalu, Kementerian Kesehatan telah memberikan sertifikat eliminasi malaria kepada enam daerah di Bangka Belitung karena tidak ada lagi kasus malaria baru ditemukan di enam daerah itu.

Menurut Madirisa persoalan penyakit malaria ini tidak main-main. Maka pentingnya kolaborasi untuk memberantas kasus penyakit malaria.

"Saat ini, disamping kita harus menghadapi pandemi covid-19, kita juga harus menuntaskan penyakitmalaria ini. Mohon bantuan dan dukungan perangkat desa termasuk masyarakat untuk sama-sama kita berantas malaria. Kades harus monitor para pendatang yang mendirikan gubuk-gubuk di bibir pantai, harus steril. Masyarakat harus bisa sadar menerapkan PHBS minimal dimulai dari tempat tinggal masing-masing," harapMadirisa.

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved