Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Lakukan Dua Kali Ekspor Lidi Nipah, Ini Prosedur Perizinan yang Harus Dipenuhi di Bea Cukai

Suharyanto mengatakan, sampai saat ini Bea Cukai Pangkalpinang telah melakukan proses perizinan ekspor lidi nipah melalui Pulau Bangka.

Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Humas Karantina Pertanian Pangkalpinang
Pelepasan Ekspor Perdana Lidi Nipah 12 Ton ke Nepal dan Lada 45 Ton ke Jepang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalpinang Suharyanto mengatakan, sampai saat ini Bea Cukai Pangkalpinang telah melakukan proses perizinan ekspor lidi nipah melalui Pulau Bangka sebanyak dua kali.

Ekspor pertama ini dilakukan pada bulan juli 2020 tujuan Nepal dengan jumlah sebanyak 12 ton lidi nipah dan nilai ekspor, yakni USD 5.900.

Sedangkan untuk ekspor yang kedua pada bulan November 2020 tujuan Nepal dengan jumlah 10 ton lidi nipah dan nilai ekspor USD 6.750..

Sebelum memberikan perizinan ekspor barang, kepabeanan memiliki beberapa prosedur yang harus dipenuhi, seperti barang yang akan diekspor wajib diberitahukan terlebih dahulu ke kantor pabean dengan mengisi dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) yang disertai dengan Nomor Induk Perusahaan (NIPER) dan dilengkapi dokumen pelengkap. 

"PEB ini harus disampaikan paling cepat 7 hari sebelum tanggal perkiraan ekspor dan paling lambat sebelum barang ekspor masuk Kawasan Pabean," kata Suharyanto, Senin (30/11/2020).

Selain itu ada  beberapa dokumen pelengkap pabean lainnya yang harus dipenuhi, dinataranya invoice dan packing, list bukti bayar PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak), bukti bayar bea keluar (dalam hal barang ekspor dikenai bea keluar), dokumen dari intansi teknis terkait (dalam hal barang ekspor terkena ketentuan larangan dan/atau pembatasan).

Sementara itu ia mengatakan bea cukai tidak memiliki syarat lartas (larangan/pembatasan) izin dari karantina terhadap ekspor lidi nipah.

"Sejauh ini sinergi bea cukai dengan karantina terjalin sangat baik, dimana perlakuan oleh karantina ini lebih ke kegiatan fumigasi tetapi tidak menjadi syarat lolos dalam ekspor lidi nipah," sebut Suharyanto.

Diakuinya saat ini pihaknya belum menerima ada pengajuan ekspor lidih nipah terbaru.

"Dalam waktu dekat ini belum ada pengajuan ekspor lidih nipah, biasanya jika akan ada ekspor kami mendapat info lagi dari karantina atau dinas UMKM," kata Suharyanto.

( Bangkapos.com / Sela Agustika )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved