Breaking News:

Makna dan Sejarah Simbol Pita Merah di Hari AIDS Sedunia 1 Desember

Makna dan Sejarah Simbol Pita Merah di Hari AIDS Sedunia 1 Desember . . . . .

newsd.in
Apa arti simbol pita merah yang identik dengan peringatan Hari AIDS Sedunia? Simak makna dan sejarahnya di sini! 

Dalam beberapa minggu setelah pendistribusian awal, pita merah bisa dilihat di acara-acara terkenal, seperti karpet merah Oscar.

Media pun memperhatikan dan dalam waktu singkat, pita merah diakui secara universal.

Baca juga: Nia Ramadhani Sampai Minta Maaf karena Buat Mikhayla Kesal, Ardi Bakrie Ikut Membujuk Anak Sulungnya

Baca juga: Sepak Terjang Ali Kalora, Pimpinan MIT yang Dituding Bunuh 1 Keluarga & Bakar 7 Rumah Warga di Sigi

Baca juga: AP Relakan Istri Layani Pria Hidung Belang, Nasibnya Berakhir di Bui, Mengamuk saat Setoran Kurang

Pita merah dikenakan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember. (https://townsquare.media/)
Pita merah dikenakan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember. (https://townsquare.media/)

Pada 1992 ketika Paskah, 100.000 pita merah dibagikan kepada penonton konser yang digelar untuk mengenang Freddie Mercury, di Stadion Wembley.

Pita merah dalam perjalanannya menjadi kekuatan ampuh dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV.

Tak hanya itu, pita merah juga menginspirasi badan amal lain untuk memanfaatkan simbol tersebut, seperti pita merah muda untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara.

Sejarah Hari AIDS Sedunia

Masih mengutip laman yang sama, Hari AIDS Sedunia menjadi kesempatan bagi orang-orang di seluruh dunia untuk bersatu memerangi HIV.

Selain itu, Hari AIDS Sedunia juga bisa menjadi ajang menunjukkan dukungan bagi penderita HIV, serta mengenang mereka yang meninggal karena penyakit terkait AIDS.

Diperingatinya Hari AIDS Sedunia setiap tahun berawal dari Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia untuk membahas program pencegahan AIDS pada 1988.

Sejak saat itu, Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember mulai diperingati pihak pemerintah, organisasi internasional, dan yayasan amal di seluruh dunia.

Warga membubuhkan tandatangan pada kain bertuliskan World AID Day Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya yang dibentangkan oleh anggota KSR Unpas di arena Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/12/2019). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember itu mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dalam menghentikan epidemi HIV/AIDS yang di Indonesia jumlah infeksi HIV berdasarkan data Juni 2019 sebanyak 349.882 orang. Serta mengajak untuk menjauhi penyakit HIV/AIDS dan tidak menjauhi atau bahkan mengucilkan penderitanya. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)
Warga membubuhkan tandatangan pada kain bertuliskan World AID Day Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya yang dibentangkan oleh anggota KSR Unpas di arena Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/12/2019). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember itu mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dalam menghentikan epidemi HIV/AIDS yang di Indonesia jumlah infeksi HIV berdasarkan data Juni 2019 sebanyak 349.882 orang. Serta mengajak untuk menjauhi penyakit HIV/AIDS dan tidak menjauhi atau bahkan mengucilkan penderitanya. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)
Halaman
1234
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved