Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Nipah Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Bangka Belitung

Suhardi, menilai nipah yang diekspor Bangka Belitung beberapa waktu lalu, bisa menjadi satu diantara komoditas untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

Humas Karantina Pertanian Pangkalpinang
Pelepasan Ekspor Perdana Lidi Nipah 12 Ton ke Nepal dan Lada 45 Ton ke Jepang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen STIE Pertiba, Suhardi, menilai nipah yang diekspor Bangka Belitung beberapa waktu lalu, bisa menjadi satu diantara komoditas untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

Menurutnya, sebagai daerah tropis, Indonesia memang kaya akan potensi sumber daya alam termasuk hasil tanaman hutan yang berlimpah.

"Walaupun banyak dari hasil hutan ini belum mampu termanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian. Kita patut bersyukur dan apresiasi, Babel dapat menangkap peluang dengan mengekspor Nipah ke mancanegara, khususnya Nepal dan Pakistan," ungkap Suhardi, Senin (30/11/2020).

Ekspor ini setidaknya memberikan variasi komoditas ekspor Babel yang selama ini didominasi timah, sawit, lada, dan karet.

"Realiasi ekspor nipah ini juga memberi pesan bahwa, masyarakat harus optimis dengan menjaga alam dan tidak merusaknya. Maka alam juga akan memberikan yang sepadan kepada masyarakat, yang tentunya semua ini dapat dijadikan alternatif sumber penghasilan bagi daerah-daerah di Babel yang kaya akan potensi nipah," jelas Suhardi.

Nipah merupakan tumbuhan tropis yang tumbuh di di daerah rawa yang berair payau atau daerah pasang surut di dekat pantai, rawa-rawa atau paya, di tanah berliat yang kaya akan bahan organik serta di daerah tropis basah. 

Potensi nipah di Indonesia berada di beberapa pulau besar seperti Pulau Sumatera, Kalimantan,  Sulawesi, Maluku dan Papua.

"Sebelum Babel, nipah telah diekspor oleh beberapa daerah lain di nusantara seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Aceh, serta Kalimantan Timur. Keberhasilan ekspor nipah Babel tentu sebagai peluang yang cukup menjanjikan bagi pelaku UMKM di Babel, karena peluang pasar nipah masih cukup besar untuk beberapa negara tujuan ekspor seperti India, Malaysia, Pakistan, Nepal, Thailand, serta Tiongkok," kata Suhardi.

Apalagi potensi nipah tidak hanya pada lidi saja, sama seperti pohon kelapa dan bambu, nipah memiliki potensi yang besar, karena hampir semua bagian dari nipah dapat dimanfaatkan secara ekonomis.

"Seperti buahnya dapat dijadikan bahan makanan, sapu lidi, bahan anyaman, atap, nira atau tuak, rokok daun nipah, tepung nipah, bio etanol, bahan kerajinan, rantingya dapat digunakan sebagai bahan bakar, pelepah daun nipah juga mengandung selulosa yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pulp (bubur kertas)," sebut Suhardi.

Halaman
123
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved