Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dua Kali Fasilitasi Ekspor Lidi Nipah , Zuhri Sebut Aspek Kesehatan menjadi Syarat Penting

Balai Karantina Pertanian memiliki peran penting dalam hal memfasilitasi kegiatan ekspor agar berjalan lancar.

Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang Saifuddin Zuhri 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Balai Karantina Pertanian memiliki peran penting dalam hal memfasilitasi kegiatan ekspor agar berjalan lancar.

Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang Saifuddin Zuhri, mengatakan sampai saat ini Balai Karantina Pangkalpinang ikut memfasilitasi perizinan ekspor lidi nipah melalui pulau Bangka sebanyak dua kali.

Ekspor pertama ini dilakukan pada bulan juli 2020 oleh PT Cahaya Arta Exindo tujuan Nepal dengan jumlah sebanyak 12 ton lidi nipah dan nilai ekonomi sebesar Rp 110 juta.

Sedangkan untuk ekspor yang kedua pada bulan November 2020 oleh PT Cahaya Arta Exindo tujuan Pakistan dengan jumlah 10 ton lidi nipah dan nilai ekonomi sebesar Rp 110 juta.

Dia mengungkapkan sebelum melakukan ekspor, pihaknya melakukan beberapa proses pemeriksaan yang menjadi syarat penting dalam ekspor, seperti barang yang akan diekspor bebas mikroorganisme penganggu, mutu terjaga sesuai dengan permintaan negara tujuan dan biasanya dilakukan fumingasi.

"Fumigasi ini berfungsi untuk membebaskan barang yang akan di ekspor dari serangga ataupun hama agar sesuai dengan prosedur ekspor dan perizinan ekspor. Disini tidak hanya melibat karantian tetapi berapa instansi lainnya juga ikut terlibat dalam proses ekspor dengan prosedur-prosedur yang berlaku di masing-masing instansi,"ungkap Zuhri, kepada bangkapos.com, Selasa (1/12/2020).

Diakuinya aspek teknik seperti kesehatan menjadi bagian penting dan menjadi syarat yang harus terpenuhi dalam melakukan ekspor.

"Sejauh ini selama dua kali ekspor lidi nipah yang telah dilakukan semuanya lolos dan sudah memenuhi standar persyaratan baik itu dari segi kualitasnya," kata Zuhri.

Tak hanya itu, dia juga menambahkan sebuah komoditas yang akan di ekspor ini juga harus memenuhi prosedur persyaratan dari negara tujuan.

"Persyaratan utama penguna jasa harus dilengkapi Phytosanitary Certificate (PC) yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari negara asal/daerah asal dari karantina, harus melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditentukan, dan harus dilaporkan ke petugas karantina apakah sudah sesuai dengan keperluan tindakan karantina," jelas Zuhri.

Sementara itu dia mengatakan ada 10 produk unggulan yang saat ini difokuskan untuk meningkatkan nilai ekspor, seperti kelapa, kopi, pala, kubis, manggis, walet dan lainnya.

"10 produk unggulan inilah yang kifa fokuskan untuk meningkatkan nilai ekspor, selain itu kedepannya kita tidak hanya bisa mengeskspor langsung bahan mentah tetapi  bisa mengolah secara langsung bahan yang ada menjadi produk agar nilai ekspor ini terus meningkat setiap tahunnya," sebut Zuhri.

( Bangkapos.com / Sela Agustika )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved