Berita Pangkalpinang
Bangka Belitung Ekspor Lidi Nipah, Ini Penjelasan Secara Ilmiah dan Persebarannya
Lidi nipah saat ini disebut-sebut menjadi komoditi alternatif mendorong perekonomian daerah Bangka Belitung.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Lidi nipah saat ini disebut-sebut menjadi komoditi alternatif mendorong perekonomian daerah Bangka Belitung.
Akademisi atau Dosen Managemen Sumberdaya Perairan Universitas Bangka Belitung sekaligus Penggiat Mangrove, Arthur M Farhaby mengatakan nipah (Nypa fruticans) termasuk dalam jenis mangrove.
"Beberapa ahli mangrove Indonesia mengklasifikasikan itu nipah dalam mangrove asosiasi. Jadi itu bila kita berada di hutan mangrove yang ada zonasi, bila sudah melihat nipah itu tandanya kita sudah dekat dengan darat," ungkap Arthur kepada Bangkapos.com, Rabu (2/12/2020).
Secara zonasi nipah ini mangrove ikutan yang berada di zona asosiasi mangrove (berbatas dengan daratan).
Persebaran pohon nipah yang berhabitat di rawa atau daerah pasang surut air laut ini berada disepanjang garis tropis seperti samudera hindia dan pasifik.
"Biasanya ketemu nipah ini di tepi sungai atau muara ke arah daratnya. Kalau ke arah laut ketemu mangrove, kalau ke arah darah parameternya ketemu dengan nipah," kata Arthur.
Dijelaskan Arthur bahwa nipah dapat tumbuh secara alami dengan melimpah asalkan substrat yang cocok misalnya berlumpur dan salinitas (kadar garam) air tidak terlalu tinggi.
"Jadi nipah ini bertunas, buahnya sudah tua jatuh dan membentuk tunas. Bila buah jatuh di air, kemudian terbawa arus dan ketika menemukan substrat yang cocok maka akan tumbuh. Sehingga untuk budidaya tentu bisa, dengan teknis yang ada nantinya," lanjutnya.
Untuk budidaya atau hybrid (perkawinan silang) dalam menghasilkan genetik yang lebih unggul untuk saat ini belum diketahui secara pasti olehnya, sebab belum pernah diteliti.
Nipah ini diibaratkan seperti pohon kelapa, dalam satu pohon memiliki banyak manfaat dimulai dari batang, pelepah, dan buah.
"Nipah ini banyak sekali manfaatnya sehingga hal inilah yang membuat nipah dieksploitasi dan di lirik luar negeri. Misalnya saja lidi nipah bisa jadi sapu dan bahan kerajinan yang bernilai seperti di daerah pulau jawa. Daun muda nipah juga di daerah timur digunakan untuk melilit tembakau (rokok), bahkan kalau buat atap bisa tahan lama," jelas Arthur.
Bila eksploitasi nipah terus berkelanjutan, perlu memperhatikan siklus hidup dalam waktu dan kondisi nipah sedang aktif berbuah atau tumbuh.
( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/arthur1.jpg)