Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sempat Diultimatum Tutup, Batas Waktu Dua Minggu, Hingga Kini Lokalisasi Teluk Bayur Masih Eksis

Suasana  di Lokalisasi Teluk Bayur di Kota Pangkalpinang, Rabu (2/12/2020)  siang terlihat sepi, namun masih terlihat beberapa pekerja seks komersial

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sepi di lokalisasi Teluk Bayur, Kota Pangkalpinang, Rabu (2/12/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Suasana  di Lokalisasi Teluk Bayur di Kota Pangkalpinang, Rabu (2/12/2020)  siang terlihat sepi, namun masih terlihat beberapa pekerja seks komersial (PSK) mondar-mandir melakukan berbagai aktivitasnya. 

Beberapa rumah yang kerap kali dijadikan sebagai tempat nongkrong para PSK sepi bahkan tutup, namun satu diantara rumah yang berada di Lokalisasi Teluk Bayur pun juga ada yang masih buka.

Bahkan alunan musik terdengar nyaring serta beberapa wanita pun terlihat masih ada yang duduk di depan rumah tersebut.

Selain itu juga satu diantara warung yang berada di Lokalisasi Teluk Bayur, dipenuhi oleh beberapa wanita yang juga ikut nongkrong di warung tersebut.

Diketahui sebelumnya pada Minggu (27/9/2020) dalam operasi yustisi sekaligus kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), Tim Gabungan dari Polres Pangkalpinang, Kodim 0413/ Bangka, dan Pemerintah Kota Pangkalpinang telah melakukan penertiban terhadap lokalisasi Teluk Bayur.

Dalam operasi tersebut terjaring 115 orang yang terdiri dari 102 wanita PSK dan 13 orang germo, di kawasan Teluk Bayur, Kota Pangkalpinang.

Padahal sebelumnya diketahui pada April 2020, di lokasi tersebut sudah diberikan surat teguran untuk menutup tempat tersebut.

Dari penertiban itu diketahui para PSK pun diminta untuk pulang secara mandiri, usai diketahui mayoritas PSK bukanlah warga Kota Pangkalpinang akan tetapi merupakan warga diluar Provinsi Bangka Belitung.

Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina mengungkapkan hingga kini PSK masih berada di lokalisasi namun terkait penindakan bukanlah kewenangan pihaknya.

"Artinya ketika mereka melanggar penertiban itu ranah tim gabungan bukan dinsos lagi, jadi silahkan tertibkan karena sudah melanggar pernyataan yang mereka buat," ujar Rika Komarina, Rabu (2/12/2020).

Halaman
12
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved